Epilog
Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.
Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).
Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.
***
#EpisodePertama
Ini awal tahun. Sebagai seorang yang lagi menggebu-gebunya hijrah, pasti tiap detiknya seseorang berpikir akan seperti apa kedepannya, akan melakukan apa setelahnya, dan akan terjadi apa selanjutnya.
Dalam hati, Aku memikirkan rencana-rencana sebelumnya. Untuk kegiatan yang satu ini apa iya bakal terealisasi? Yang Aku tahu, membuat wacana sangatlah mudah.
Aku pikir-pikir berulangkali, ini harus jadi. Tapi pemula tidak mudah mengawalinya. Syukur, takdir mengizinkan. Saat Aku dilanda kebimbangan, datang seseorang yang juga menawarkan. Pergi bersama.
Karena ini awal, jelas Aku susah tidur menanti pagi. Mandi selepas subuh, meski yang benar itu mandi sebelum subuh. Dan pergi sebelum matahari tinggi.
Karena ini awal, awal untukku tapi tidak untuk seseorang disana, dia nampak biasa-biasa saja saat kami janjian lewat ponsel, dia terlambat, atau Aku yang kecepetan?. Aku menunggu beberapa menit atau jam? di stasiun tujuan. Beruntung di stasiun keberangkatan Aku sempat membeli risoles dan air mineral, sambil menunggu, tak apa sarapan di peron.
Hingga datang, langkah kami langsung menuju underpass, menuju pintu keluar, menuju tempat tujuan.
Kami hendak menyebrang, "Baru kali ini JPO macetnya bukan main, MasyaaAllah", kagum tapi pikiran jelek akibat kejadian-kejadian JPO juga cukup mengkhawatirkan, "Gimana kalo ambruk ya?", dan mungkin di beberapa isi kepala juga memikirkan hal yang sama "kuat gak ya?". Tapi sungguh yakin "Bukankah kita berada dijalan yang benar, apapun yang terjadi". Dibawah sana banyak yang tak sabar antri hingga rela melompat pembatasan busway dan nyebrang di jalan yang dikhususkan untuk bus itu. Bahagianya hampir semua kaki-kaki ini melangkah ke tujuan yang sama. Meski masih ada segelintir orang yang memang hanya untuk sekedar menyebrang saja, dijalan yang benar.
Sampailah di tempat yang megah, jelas dengan waktu yang molor karena menunggu kedatangan rekan, kami tidak bisa memposisikan berada di shaf terdepan, posisi kami kira-kira di shaf keduapuluhan.
Kajian Islam Bulanan Bersama KH. Yusuf Mansur, pertamaku.
Semakin banyak kita memperhatikan, mengenali, ayat demi ayat yang dipelajari, dan di hafalkan maka itu akan menambah pengetahuan dan pengalaman berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Proses menghafal Al-Qur'an dengan nomor ayat, berikut kosa kata, kisah-kisahnya, ilmu-ilmunya dan hikmah-hikmahnya hukum-hukumnya, berikut juga nomor halaman genap dan ganjilnya, atas tengah dan bawahnya, hanya bisa di dapat dengan mengamati, memperhatikan, menulis dan mencatat-catat, lagi dan lagi, berulang, dan berulang.
InsyaaAllah dengan izin Allah ini akan mendatangkan kenikmatan tersendiri dan akhirnya akan merasa memiliki Al-Qur'an.
Oleh Ustadz Yusuf Mansur
Masjid Istiqlal Jakarta
Kaitan dengan surah An - Naml: 6.
Catat, akhir imbuhan dari surah Al - Hujarat: 1-8, akan menimbulan nada:
i - u, i - u, i - i, u - i, i - u, u - i, i - i, u - i, i - u
Cari Allah. Nanti apa-apa yang kita cari, dicari Allah. - Yusuf Mansur
Liat mukanya. Tatap matanya berikan energi padanya.
Diantara aktifitas, kegiatan upaya, mencari Allah:
1. Mencari apa sih isi dari Al - Qur'an. Kandungannya. Maknanya.
2. Mencari Allah, dengan mencari tahu apa yang diajarkan-Nya, mencari apa yang diinginkan-Nya.
Inilah diantara upaya mencari Allah.
Jangan samakan Qur'an dengan perkataan manusia, jangan samakan Qur'an dengan tulisan manusia.
Setiap hurufnya mengandung keberkahan, pahala, dan kebaikan.
Tapi kita menginginkan juga ilmu, pengalaman, kisah-kisah yang kita pahami dan nikmati, pelajaran, nasihat, dan hikmah.
Sehingga benarlah ayat 2 Surah An - Naml:
(Tulis ayat aslinya dan terjemahannya)
PR
Apa petunjuk dan kabar gembira yang Anda dapatkan sesuai dengan ayat 2 surah An - Naml? Bahwa setiap ayat adalah huddaw dan busyra dari: ayat 7 - 14 surah An - Naml.
Hafalkan! Ayat 2 saja surah An - Naml dan 13 ayat lainnya.
Dan tuliskan apa petunjuk dan kabar gembira apa yang Anda dapatkan dari ayat 7 - 14.
