In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #3

Epilog 

Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).

Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.

Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.


***
#EpisodeKetiga

(Read) Surah Al Ma'arij: 1 - 35.

SUGESTI dan REVITISI
Dua hal yang Insyaa Allah, dengan izin Allah, ikut berpengaruh bagi kondisi mental, kejiwaan, psikis, pikiran, perasaan, baik di hal positif maupun di hal negatif dan juga di impian dan di rasa percaya diri, baik di permulaan, perjalanan, dan di akhirnya.

Impian kudu tinggi. Setinggi-tingginya, impian kudu gede, segede-gedenya. Impian kudu luas, seluas-luasnya. Impian kudu hebat, sehebat-hebatnya. Impian kudu super, sesuper-supernya. Impian kudu istimewa, seistimewa-mewanya.

Dan lakukanlah langkah kongkrit.

An - Naml:
15, 30, 40, (peta kesuksesan Sulaiman imperium baru kerajaan yang dibangun Ayahnya dan Ratunya)

Thaha:
114, mengajarkan ilmu penting. ('ilmaa = ilmu sesuai keinginan).

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments