Tampilkan postingan dengan label CATATAN SEMASA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN SEMASA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Menulis Proposal atau Program Kerja

Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja yang ditulis oleh seseorang atau lembaga yang diajukan oleh seseorang atau lembaga pula. Proposal dapat pula diartikan suatu permintaan atau suatu saran kepada seseorang atau lembaga untuk mengadakan suatu kegiatan. Isi proposal harus menampilkan hal atau masalah yang diusulkan dengan baik dan benar.

Unsur-unsur dalam proposal meliputi:

1. Latar belakang

2. Masalah / rumusan masalah

3. Tujuan kegiatan

4. Sasaran kegiatan

5. Waktu dan tempat

6. Teknik pelaksanaan 

7. Jawal pelaksanaan

8. Kepanitiaan

9. Anggaran dana

10. Penutup

Untuk membuat proposal berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Usul formal adalah proposal yang ditulis dengan sistematika resmi

2. Usul nonformal adalah proposal yang ditulis dengan sistematika tidak resmi


Unsur semi formal

Usul semi formal ini memiliki sistematika sebagai berikut:

1. Pendahuluan

- latar belakang hal ini memuat tentang alasan, sebab, pentingnya mengapa kegiatan ini diadakan / sejarah permasalahannya

- Dasar pemikiran atas dasar apa kegiatan diadakan

2. Rumusan masalah

Permasalahan apa yang dihadapi sesuai dengan usul yang diajukan

3. Tujuan kegiatan

Kegiatan itu diadakan untuk apa

4. Waktu dan tempat pelaksanaan

5. Sasaran kegiatan

Kegiatan itu ditunjukkan untuk siapa

6. Jadwal kegiatan

Berisi tentang rincian hari, tanggal, waktu kegiatan, tempat acara dll

7. Susunan kepanitiaan

Berisi struktur organisasi pelaksana kegiatan secara lengkap

8. Anggaran dana

Berisi rincian pengeluaran dan pemasukan

9. Penutup

Beisi tentang penegasan permohonan




Bahasa Indonesia (XI IPA 2)

Sabtu,

10 Oktober 2009.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Menulis Surat Perjanjian Jual-beli



Surat perjanjian jual-beli adalah surat yang berisi kesepakatan kedua belah pihak yakni pihak pertama (penjual) dengan pihak kedua (pembeli).
Surat perjanjian jual-beli sifatnya mengikat, memiliki kekuatan hukum apalagi bila disahkan oleh notaris.
Surat perjanjian yang tidak disahkan notaris dinamakan perjanjian dibawah tangan.
Perjanjian yang sah memiliki beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Ada dua pihak yang sepakat
2. Orang yang bersepakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
3. Isi surat jelas
4. Membuat identitas pihak pertama dan kedua
5. Mencantumkan keterangan waktu, tempat, nama, dan tanda tangan kedua pihak dan saksi-saksi

Sistematika surat perjanjian jual-beli
1. Judul surat perjanjian
2. Identitas pihak I dan II
3. Isi surat (pasal-pasal)
    Pasal 1 (keterangan barang)
    Pasal 2 (keterangan harga)
    Pasal 3 (keterangan waktu)
    Pasal 4 (keterangan hak pihak I atau pihak II)
    Pasal 5 (keterangan kewajiban pihak I atau II)
    Pasal 6 (keterangan bila terjadi perselisihan)
    Pasal 7 (keterangan jumlah perjanjian yang buat)
4. Tempat dan tanggal pembuatan
5. Nama, tanda tangan pihak I, II, dan saksi-saksi





Bahasa Indonesia (XI IPA 2)
Sabtu,
12 September 2009.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Menulis Surat Niaga


Berdasarkan isi surat dapat dibedakan menjadi empat yaitu:
1. Surat resmi
2. Surat pribadi
3. Surat niaga
4. Surat social

Surat niaga atau dagang adalah surat yang berisi tentang urusan perdagangan atau bisnis.
Surat niaga dapat dibedakan menjadi:
1. Surat penawaran
2. Surat pesanan
3. Surat pengiriman
4. Surat pengaduan
5. Surat perjanjian jual-beli
6. Surat perjanjian sewa-menyewa
7. Surat perjanjian kontrak

Bagian surat niaga memakai sistematika surat resmi yakni,
1. Kepala surat
2. Tempat dan tanggal surat
3. Nomor surat
4. Lampiran surat
5. Hal surat
6. Alamat surat
7. Salam pembuka
8. Isi surat yang meliputi paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup
9. Salam penutup
10. Nama dan tanda
11. Tembusan

Cara penulisan surat resmi
1. Kepala surat
    Bagian ini berisi: 
    - nama instansi, ditulis memakai huruf kapital
    - alamat instansi, ditulis dengan huruf kapital (hanya dipakai pada huruf pertama dalam setiap kata.
2. Tanggal surat
    Surat yang memakai kepala surat tidak memakai nama kota pada tanggal surat pada penulisan tanggal nama bulan tidak ditulis dengan angka melainkan dengan huruf, akhir penanggalan tidak memakai tanda baca. (24 Oktober 2009)
3. Nomor surat
    Penulisan nomor tidak disingkat, lalu tanda titik dua, nomor urut, kode dan tahun.
4. Lampiran surat
    Lampiran tidak disingkat, tanda titik dua, jumlah lampiran ditulis dengan huruf, bila tidak ada dihilangkan.
5. Perihal surat
    Penulisannya dirumuskan secara singkat
6. Alamat surat
    Cara penulisan:
    - tidak memakai kata "kepada"
    - kata "sapaan" tidak dipakai didepan gelar
    - kata "jalan" tidak disingkat
    - alamat ditulis dengan lengkap
    - akhir alamat tidak memakai tanda baca
    Contoh:
    Yth. Ibu Kundarti
    Jalan Laut Maluku III Nomor 13
    Depok Timur
7. Salam pembuka
    Salam pembuka yang lazim adalah "Dengan hormat"
8. Isi surat
    Isi surat dirumuskan secara singkat, jelas, lengkap, dan informatif
9. Salam penutup
    Salam penutup yang lazim "Hormat kami"
10. Tanda tangan
11. Nama terang
12. Tembusan






Bahasa Indonesia (XI IPA 2)
Selasa,
1 September 2009.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Menulis Surat Kuasa dan Memo


Surat kuasa adalah surat yang menyatakan pengalihan kekuasaan kepada seseorang untuk bertindak atau berhak bertindak atas nama si pemberi kuasa.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis surat kuasa:
1. Menentukan kegiatan yang akan diberi kuasa
2. Memilih orang atau lembaga yang akan diberi kuasa
3. Menentukan batas-batas kuasa yang akan dilimpahkan
4. Mencantumkan tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa
5. Menulis surat kuasa diatas kertas segel atau dibubuhi materai secukupnya
6. Memberikan kuasa kepada seseorang yang dapat dipercaya
7. Orang yang memberi dan menerima kuasa harus sudah dewasa, serta sehat rohani dan jasmani
8. Orang yang memberi dan menerima kuasa harus menandatangani surat tersebut agar surat dianggap sah.

Berdasarkan isinya surat kuasa terbagi menjadi:
1) surat kuasa pribadi
2) surat kuasa resmi (instansi, organisasi, bisnis)

Sistematika penulisan
1) surat kuasa pribadi

















2) surat kuasa resmi

















Keterangan:
1. Kepala surat: nama organisasi alamat organisasi
2. Judul surat
3. Identitas pemberi kuasa
4. Identitas penerima kuasa
5. Isi (harus singkat tapi jelas)
6. Tempat dan tanggal pembuatan
7. Nama dan tanda tangan pemberi dan penerima kuasa

Memo adalah pesan singkat yang ditulis oleh atasan kepada bawahan atau kepada teman sejawat.

Berdasarkan isinya memo pun terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Memo pribadi
b. Memo resmi

Sistematika penulisan
a. Memo pribadi

















b. Memo resmi

















Keterangan: 
1. Kepala surat (nama instansi dan alamat instansi)
2. Judul memo
3. Kepala memo (pemberi memo dan penerima memo)
4. Isi memo (singkat dan jelas)
5. Kaki memo (tempat dan tanggal, tanda tangan, nama)






Bahasa Indonesia (XI IPA 2)
Sabtu,
29 Agustus 2009.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Mengungkapkan Topik Tertentu dari Hasil Membaca

Tujuan:
- Mendata pokok-pokok informasi dalam artikel / buku
- Merangkum isi artikel / buku
- Menyampaikan secara lisan

Membuat intisari artikel / buku
Setiap bacaan dapat kita ambil intisarinya, tema dan manfaatnya. Cara pembuatan intisari buku / artikel pada dasarnya sama dengan membuat intisari sambutan / bacaan yang lain.
Cara pembuatan intisari hendaknya memperhatikan hal berikut:
1) Berdasarkan gagasan utama paragraf
2) Menghubungkan gagasan satu dengan gagasan yang lain
3) Menghilangkan gagasan pendukung
4) Tidak menambah pikiran sendiri (opini)
5) Langkah pembuatan baca cepat, menangkap isi secara global, menangkap tema, tentukan pokok pikiran paragraf, buat intisari.

Menyampaikan uraian hasil membaca
Hasil membaca yang akan disampaikan baik yang lisan maupun tulisan harus sesuai dengan isi teks aslinya. Kalimat yang digunakan efektif jelas, tepat, dengan bahasa yang baik dan benar.
Unsur bacaan yang perlu dilaporkan
a. Judul: ....
b. Nama pengarang / sumber: ....
c. Tahun terbit: ....
d. Penerbit: ....
e. Ringkasan isi artikel / buku: ....




Bahasa Indonesia (XI IPA 2)
Sabtu,
8 Agustus 2009.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Merangkum Pembicaraan dan Kegiatan Wawancara

Kompetensi dasar kelas XI Semester 1:

1.2 Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara


Tujuan:

* Mencatat pokok-pokok isi wawancara

* Merangkum isi wawancara


Mencatat pokok-pokok isi wawancara

Mencatat isi pembicaraan dalam wawancara tertumpu pada pertanyaan dan jawaban dari pewawancara dan narasumber. Namun tidak setiap pertanyaan mengandung satu informasi, ada kalanya beberapa pertanyaan dan jawaban baru kita dapatkan informa.


Menyimak wawancara

Agar berhasil memperoleh informasi pada saat menyimak wawancara hindari hal berikut:

1. Mendengar sebagian-sebagian

2. Mengingat beberapa fakta saja

3. Emosional

4. Supersensitif 

5. Apriori (menganggap sesuatu tak penting) 

6. Mengkritik pembicaraan

7. Bersikap pura-pura

8. Menyerah pada gangguan

9. Mendengar sambil menulis 

10. Tidak konsentrasi


Merangkum pembicaraan dalam wawancara 

               Laporan Menyimak Wawancara

Hari dan tanggal: 

Nama TV / Radio: 

Jam Tayang:

Topik Pembicaraan:

Narasumber:

Isi pokok wawancara:




Bahasa Indonesia (XI IPA 2)

Sabtu,

1 Agustus 2009








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments