In Kontes

Ayo Wujudkan Indonesia Sehat Melalui Pencegahan Stunting !



 
www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Stunting, apa kamu sama seperti saya yang asing dengan istilah ini? Ya! Saya sendiri memilih tema stunting karena belum tahu menahu tentang hal ini, dan saya rasa banyak masyarakat Indonesia  yang masih asing dengan istilah ini. Selain untuk belajar sendiri, semoga apa yang saya tulis bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca, khususnya para orang tua.

Indonesia masih mengalami masalah gizi yang belum dapat ditanggulangi dengan baik, masalah gizi yang dihadapi Indonesia saat ini terbagi dalam 3 bentuk, yaitu: sudah dapat dikendalikan, yang belum selesai, dan ancaman baru. Masalah yang sudah dapat dikendalikan diantaranya, kekurangan vitamin A (KVA) dan gangguan akibat kekurangan Iodium (GAKI). Masalah yang belum selesai yaitu, tingginya prevalensi anak balita stunting (pendek) yang menjadi prioritas bagi Kemenkes (Kementrian Kesehatan). Sedangkan masalah gizi yang menjadi ancaman baru yaitu, masalah gizi lebih atau kegemukan.

Dalam jurnal WHO (2014) yaitu, WHA Global Nutrittion Targets 2025: Stunting Policy Brief menyatakan bahwa tubuh stunting adalah masalah umum yang terjadi pada anak-anak di dunia. Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2SD di bawah median panjang atau tinggi badan populasi  berdasarkan standar World Health Organization (WHO). 


Apa itu Stunting?
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.
Permasalahan stunting (tubuh pendek), hingga saat ini masih belum menjadi permasalahan yang diperhatikan masyarakat. Padahal, menurut Menkes, masalah ini merupakan ancaman bagi anak-anak Indonesia, terutama masa depan mereka agar mampu bersaing di mata dunia.

Dalam sesi dialog interaktif Rakerkesda Kalimantan Selatan bulan Mei lalu, Menkes menyatakan bahwa data Kemenkes mencatat sebanyak 3 dari 10 anak Indonesia bertubuh pendek.
Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.
Tingginya angka stunting di Indonesia, yakni dari 34 provinsi hanya ada dua provinsi yang jumlahnya di bawah 20% (batas angka stunting dari WHO). Untuk mengatasinya, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan.
Wapres Kalla menyatakan bahwa dirinya lebih suka menggunakan istilah kerdil untuk stunting, meski diakui bahwa tidak semua stunting itu kerdil. Menurutnya, kata kerdil lebih mudah dipahami masyarakat.
“Saya lebih suka menggunakan istilah kerdil. Kerdil fisiknya (dikhawatirkan) kerdil otaknya. Walaupun ada juga yang tidak kerdil, tapi umumnya pendek, ya kerdil,” tukas Wapres.

Apa ciri Stunting?
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, Soedjatmiko mengatakan sebanyak 20% bayi baru lahir di Indonesia terlahir pendek. Jika bayi lahir pendek, maka berat lahirnya kurang.
Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tinggi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO, yaitu lebih pendek 12,5cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8cm pada perempuan.
 “Itu kuncinya, agar saat anak lahir beratnya tidak kurang dari 2500 gram dengan panjang badan tidak kurang dari 48 cm”, terang Dr. Kirana.

Apa dampak dari Stunting?
Masalah stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik tapi juga pertumbuhan otak. Efeknya, SDM menjadi tidak produktif yang berdampak pada terganggunya kemajuan negara.
Stunting ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek, diantaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolisme tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.

Mengapa terjadi Stunting?
Stunting dapat disebabkan karena kelainan endokrin dan kelainan non endokrin. Penyebab terbanyak dari stunting adalah kelainan non endokrin yaitu penyakit infeksi kronis, gangguan nutrisi, kelainan gastrointestinal, penyakit jantung bawaan, pola asuh ibu, faktor sosial ekonomi keluarga dll (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2009). 

Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Bagaimana mencegah Stunting?
Kebijakan penurunan stunting di antaranya dilakukan melalui komitmen dan visi pimpinan tertinggi negara, kampanye nasional yang berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, mendorong kebijakan Nutritional Food Security, dan pemantauan serta evaluasi. Ada pula penentuan lokasi penanganan stunting, yakni 2018 sebanyak 100 kabupaten/kota, 2019 sebanyak 160, 2020 sebanyak 390, dan 2021 sebanyak 514 kabupaten/kota.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menerangkan bahwa stunting merupakan manifestasi dari kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai secara tepat sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun.
“Intervensi yang paling menentukan adalah mempersiapkan seorang calon ibu, memberikan pelayanan kepada ibu hamil secara maksimal dan memastikan persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. ASI Eksklusif diberikan, diawali dengan inisiasi menyusui dini dan pemantauan pertumbuhan perkembangan dilakukan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan perlu dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK)”, tutur Anung pada puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis pagi (25/1).
“Program penurunan stunting ini tidak bisa berjalan sendiri, semua dinas harus bergerak, pemerintah daerah juga lebih fokus untuk upaya investasi masa depan dan jangka panjang,” tambah Oscar.
“Monitoring dan Evaluasi terpadu ini dilaksanakan untuk penurunan angka stunting, dari pemetaan dan riset terdapat beberapa tempat yang didapati angka stunting yang signifikan salah satunya Kabupaten Ketapang,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes Drg. Oscar Primadi.
Terkait adanya angka gizi buruk stunting perlu adanya upaya pengukuran yang jelas sehingga harapannya tidak ada lagi kasus stunting di berbagai daerah di Indonesia khususnya Kabupaten Ketapang. Salah satu upaya yang dapat di lakukan untuk menurunkan prevalensi stunting adalah melakukan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.
Untuk intervensi gizi spesifik dilakukan melalui pemberian Tablet Tambah Darah dan promosi serta suplemen gizi makro dan mikro. Selain itu juga dilakukan penatalaksanaan gizi kurang/buruk, pemberian obat cacing dan zinc untuk manajemen diare. Intervensi ini disusun berdasarkan siklus hidup. Sedangkan untuk intervensi gizi sensitif dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang, penyediaan air bersih, pendidikan gizi, imunisasi, pengendalian penyakit, penyediaan jaminan kesehatan, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Nusantara Sehat, serta akreditasi Puskesmas dan rumah sakit.
Dalam penanganan stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI telah melakukan intervensi gizi spesifik. Adapun bentuknya meliputi Suplementasi gizi makro dan mikro (TTD, Vitamin A, taburia); pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI; Fortifikasi; Kampanye gizi seimbang; Pelaksanaan Kelas ibu hamil; pemberian Obat Cacing; Penanganan kekurangan gizi; dan JKN.
Menurut Menkes Nila Moeloek, pola makan dan pola asuh merupakan hal yang sangat penting dalam menuntaskan masalah stunting. Menkes menegaskan bahwa hal ini perlu dipahami oleh remaja, karena merekalah cikal bakal keluarga Indonesia.
“Masalah stunting itu kita tidak bisa hanya intervensi di ibu hamil saja, tapi mulailah dari remaja supaya mereka tahu bagaimana merencanakan keluarga ke depannya”, kata Menkes.
Remaja putri perlu mengetahui bahwa suatu saat nanti akan mengandung seorang anak. Mereka perlu memahami bahwa kehamilannya haruslah benar-benar ia inginkan.
Kalau diinginkan pasti akan diberi nutrisi yang baik dan diberi stimulasi agar janin di dalam kandungan berkembang optimal, dan saat lahir lalu diberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif.
“Kalau menyusui, seorang ibu pasti akan mengelus-elus anaknya, stimulasi ini betul-betul penting”, imbuhnya.
Menkes menegaskan bahwa kebutuhan stimulus kasih sayang ini perlu diperhatikan. Namun bila kebutuhan ini terabaikan, maka seorang anak akan kurang kasih sayang dan justru berpotensi melakukan kekerasan di masa yang akan datang.
Selanjutnya, bayi usia 6 bulan membutuhkan tidak hanya ASI, namun juga makanan pendamping (MP-ASI) yang bergizi.
“Pemberian MP-ASI ini merupakan ujian selanjutnya. Harus dengan menu yang beragam, jangan hanya satu macam bubur lalu itu-itu saja, sehingga anak malah gerakan tutup mulut (GTM)”, kata Menkes
Menkes juga menegaskan bahwa, bukan hanya bayi, namun kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui juga harus tercukupi, karena bila ibu menyusui kurang gizi akan sangat mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI yang diproduksi.
“Jangan sampai karena takut gemuk, malah (melakukan) diet (mengurangi makan) saat hamil. Itu tidak baik”, tandasnya.
Salah satu langkah inovasi yang saat ini tengah mulai diimplementasikan, yaitu dengan lebih memfokuskan program PMT di daerah-daerah yang memiliki angka stunting yang tinggi.
Program tersebut akan turut melibatkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu di daerah setempat untuk menggencarkan sosialisasi pola hidup sehat dan menambah asupan makanan yang diberikan melalui program PMT yang dijalankan pemerintah pusat.
www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

“Sebulan sekali anak-anak kita dibawa ke Posyandu untuk ditimbang dan diukur tinggi badannya, dicatat secara rutin. Ini penting sekali bagi ibu-ibu yang memiliki bayi dan Balita, agar kita bisa tahu anak kita itu stunting atau tidak. Jangan sampaoi anak-anak kita kecil, (tinggi badannya) kerdil”, tutur Presiden Joko Widodo, saat mengawali kegiatan di hari kedua rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu pagi (8/4).
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moelok, di Jakarta (7/4).
 “Menyusui adalah dasar kehidupan. Dukung ibu menyusui untuk mencegah stunting. Anak sehat, bangsa kuat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), pada Puncak Peringatan Pekan Asi Sedunia (PAS) tahun 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin pagi (20/8).
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, memaparkan beberapa data kajian dan fakta global dalam The Lancet Breastfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan. Lebih jauh lagi beberapa studi menyebutkan bahwa dalam upaya pencegahan berat bayi lahir rendah (BBLR), stunting dan meningkatkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Menyusui tidak hanya menurunkan angka kematian bayi, tetapi juga dapat menurunkan risiko kegemukan hingga 10% (Lancet, 2016).
“Dari beberapa fakta tersebut, tidak diragukan lagi besarnya manfaat pemberian ASI untuk kehidupan”, imbuh dr. Kirana.
www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Data Stunting di Dunia dan Indonesia sendiri seperti apa?
Berdasarkan publikasi terbaru WHO (2018) berjudul ‘Reducing Stunting in Children’ menyebutkan secara global pada 2016, sebanyak 22,9% atau 154,8 juta anak-anak Balita stunting.
Di Asia, terdapat sebanyak 87 juta Balita stunting pada 2016, 59 juta di Afrika, serta 6 juta di Amerika Latin dan Karibia, Afrika Barat (31,4%), Afrika Tengah (32.5%), Afrika Timur (36.7%), Asia Selatan (34.1%).
Badan Kesehatan Dunia (WHO) membatasi masalah stunting di setiap negara, provinsi, dan kabupaten sebesar 20%, sementara Indonesia baru mencapai 29,6%. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2017, prevalensi Balita stunting di Indonesia dari 34 provinsi hanya ada 2 provinsi yang berada di bawah batasan WHO tersebut, yakni Yogyakarta (19,8%) dan Bali (19,1%). Provinsi lainnya memiliki kasus dominan tinggi dan sangat tinggi sekitar 30% hingga 40%.
Tren masalah stunting Balita Indonesia berdasarkan pemantauan status gizi 2014-2017 fluktuatif, 2014 mencapai 28,9%, 2015 mencapai 29%, 2016 turun menjadi 27,5%, dan 2017 naik lagi menjadi 29,6%, ungkap Doddy Izwardy pada Rapat Kerja Pengawasan Itjen Maret lalu.


Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting (kerdil) tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta anak Balita Indonesia (37%) mengalami stunting.

Stunting kita nomor empat di dunia. Kalau sepak bola nomor empat sih lumayan, tapi kalau nomor empat stunting di dunia, ini bahaya. Artinya, 9 juta anak Indonesia cenderung bertubuh kerdil,” ujar Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla, saat memberikan arahan dalam pembukaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) 2018 di salah satu hotel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa pagi (3/7).
 


https://grafis.tempo.co/read/1250/prevalensi-penyebab-dan-pencegahan-stunting-di-indonesia-2018

Ayo wujudkan Indonesia sehat melalui pencegahan stunting !

Daftar Pustaka (link sumber) :

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180125/5424528/hari-gizi-nasional-58-cegah-stunting-bersama-keluarga-kita-jaga-1000-hari-pertama-kehidupan/


http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180314/4325249/tbc-stunting-imunisasi-jadi-prioritas-pengawasan-itjen/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180328/3925413/sinergi-bersama-intervensi-penurunan-stunting-terintegrasi/




http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180407/4325475/pemerintah-fokus-cegah-stunting-di-100-kabupatenkota/



http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180408/3625487/presiden-jokowi-jangan-sampai-anak-indonesia-stunting


http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180428/3225744/sulawesi-utara-tekankan-upaya-pengendalian-tbc-dan-penurunan-stunting/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180507/4825829/penurunan-stunting-jadi-fokus-pemerintah/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180511/0225865/2-wilayah-maluku-berhasil-turunkan-angka-tbc-dan-stunting/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180524/4125980/penyebab-stunting-anak/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180525/1425982/pemerintah-komit-turunkan-stunting/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180703/1426360/wapres-jusuf-kalla-bicara-pencegahan-stunting-bicarakan-masa-depan-bangsa/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180703/5126363/jangan-bangga-jadi-bangsa-kerdil/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180704/0826366/menkes-cegah-stunting-sedini-mungkin/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180712/1326736/kasus-stunting-langkat-menurun/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180717/4626783/inovasi-pos-gizi-di-kabupaten-gorontalo-atasi-stunting-layak-diapresiasi/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180723/0926895/sejumlah-organisasi-kewanitaan-ikut-andil-atasi-tbc-stunting-imunisasi/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180724/3426947/gizi-anak-perlu-diperhatikan/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180815/0027469/strategi-khusus-pemberian-makanan-bayi-dan-anak/

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180820/2127478/rahasia-anak-berkembang-optimal-dan-tidak-mudah-sakit-beri-asi-eksklusif-dan-pola-asuh-tepat/

https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/52619135/paper_stunting.docx?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1536591949&Signature=uMJtfr1u6%2F9iA7UPKD5SQUUb3Tw%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DPaper_Kesehatan_dan_Gizi_Layanan_Pengasu.docx

http://scholar.unand.ac.id/22099/2/Bab%201.pdf

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In REVIEW

Aku mau, ASUS laptopku


Mempunyai blog sebelum memasuki dunia perkuliahan bentuk dari keyakinan bahwa tulisan perlu disebarkan, tak peduli meski harus singgah dari warnet ke warnet yang kadang harus antri menunggu giliran PC selesai dimainkan dengan waktu yang sudah disepakati, dengan skat-skat sempit yang kadang meluruskan kaki pun tak bisa, kadang ruang penuh asap rokok yang membuat sesak dada. Ku bulatkan tekad untuk memiliki sebuah laptop agar menunjang semua ide kreatifku. Setidaknya ini lebih baik ketimbang berburu warnet yang kadang jarak cukup jauh dan dikejar-kejar waktu.

Ingat  saat mengumpulkan receh demi receh uang sisa uang saku untuk membeli laptopku.  Selain untuk ide-ide kreatifitas, tentu laptop menunjang perkuliahan hingga karir ku. Meski dikatakan lebih baik, kadang laptopku membuat jenuh, baterai yang hanya bertahan maksimal 7 jam, kadang lemot ketika sign in, body yang mudah panas hingga melukai tubuh, mati dengan sendirinya ketika data belum tersimpan rapi, dan tidak ada bluetooth internal sehingga sedikit ribet dengan urusan transfer mentransfer di zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini. Mungkin ini yang dinamakan teman juga lawan, menjadi teman dari segala pelampiasan ideku tapi juga menjadi musuh ketika ada masalah muncul disaat yang tak tepat waktu.

Untuk yang lebih baik lagi, Aku mau, ASUS laptopku.

Yang kini menghadirkan VivoBook Flip TP410 yang tipis, ringan, fleksibel bahkan multifungsi!.
Selain mudah dibawa, fleksibel disini bisa dijadikan 4 mode display! This is wow.

Mode pertama yaitu Media Stand, yang bakal mempermudah aku dalam mengakses media  sosial, menampilkan konten multimedia bahkan untuk mempermudah presentasi.
https://drive.google.com/file/d/1HEXAdJs7760k8SYwL-5a8nOGRj9XKUkR/view

Mode kedua yaitu  Powerful Laptop, dengan keyboard posisi ini pas untuk mengerjakan tugas-tugas dan pastinya cocok untuk memperkaya blog.
https://drive.google.com/file/d/1HEXAdJs7760k8SYwL-5a8nOGRj9XKUkR/view


Mode ketiga yaitu Responsive Tablet, model seperti ini mempermudah ku yang biasa menghabiskan waktu dijalan.
https://drive.google.com/file/d/1HEXAdJs7760k8SYwL-5a8nOGRj9XKUkR/view




Mode keempat yaitu Shared Viewer, sama seperti mode yang pertama, mode ini praktis untuk mengakses media sosial, bisnis online, dan melihat berita terkini sambil duduk santai menikmati kopi tanpa harus takut body terkena tumpahan air.
https://drive.google.com/file/d/1HEXAdJs7760k8SYwL-5a8nOGRj9XKUkR/view

Adapun spesifikasi lebih lanjut dari VivoBook Flip TP410 yang perlu kalian tahu adalah ketebalannya hanya 1.92 cm, tipis!, dengan ukuran sasis sebesar 13 inci namun memiliki bentang layar display sebesar 14 inci dan bobot hanya 1,6 kg, dengan tampilan ultra-tipis berfitur Nanoedge memaksimalkan ukuran layar dan meminimalkan ukuran body yang ringan banget buat kegiatan sehari-hari. Selain itu dilengkapi dengan fingerprint sensor yang mampu mengamankan pengguna hanya dengan sentuhan jari, fitur ini hanya hadir di laptop kelas atas. WOW!. ASUS VivoBook Flip TP410 juga sudah preinstall Windows 10. Dilengkapi dengan chip prosesor Intel Core i7-7500, prosesor ini memiliki kecepatan hingga 3,5 GHz dengan teknik fabrikasi 14nm. Ditambah dengan resolusi Full HD 1920x1080 piksel. Tidak hanya kencang ketika mengolah sistem, prosesor ini dikabarkan hemat daya hingga 10 jam karena memiliki TDP hanya 15 watt. Dan untuk penyimpanannya, tersedia 2 tipe storage yang terdiri dari SSD dan HDD dengan kapasitas SSD sebesar 128GB dan HDD 1TB. Dukungan port lainnya seperti card reader, micro HDMI, dan 3 buah USB 3.0., dan untuk kualitas gambar ASUS VivoBook Flip TP410 ini hadir dalam 2 versi yaitu yang memiliki dedicated graphic card dari Nvidia yakni GT 930MX dengan video memori 2 GB, dan versi VGA yang hanya menggunakan Intel HD grafik.

Laptop yang dapat diputar hingga 360 derajat sekaligus tablet yang berlayar touchscreen! Gak menyusahkan saat dibawa-bawa, tampilan elegan, tidak panas saat dipangku, dan yang lebih menakjubkan lagi perangkat ini dapat diisi dengan cepat yakni 60 persen dalam waktu 49 menit saja!


Dengan spesifikasi yang  G I L A banget ini menjadi alasan kenapa aku mau ganti laptop lama ku dengan ASUS VivoBook Flip TP410. Aaah! jadi gak sabar ingin terus berkarya dan memperkaya konten-konten semua media sosial ku agar lebih bermanfaat lagi untuk orang diluar sana dengan fitur-fitur yang sudah disediakan oleh ASUS VivoBook Flip TP410.

Kamu mau bersaing mendapatkan ASUS VivoBook Flip TP410 ini secara gratis seperti ku? ayo ikutan, lihat bannernya dan klik linknya ya!


https://goo.gl/images/qLWi4z

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In RESENSI BUKU

Jawaban itu Ada di Antara Hati dan Masa Lalu


Judul Buku   : Pergi
Pengarang    : Tere Liye
Penerbit        : Republika Penerbit
Tahun Terbit : 2018
Tebal Buku   : iv + 455 Halaman
Nomor Edisi : ISBN 978-602-5734-05-2
Harga            : Rp 79.000,00.

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan,
kemana hendak pergi,
melalui kenangan
demi kenangan masa lalu,
pertarungan hidup-mati,
untuk memutuskan 
kemana langkah kaki
akan dibawa.
Pergi."


Tere Liye, selain tulisan-tulisan yang selalu memberi kejutan di setiap bukunya, sepenggal bait sinopsis yang ditulis dengan manis seperti diatas mampu membuat pikiran hanyut, siapa sangka novel ini merupakan kelanjutan dari novel yang berjudul "Pulang". Kembali menceritakan kisah Bujang yang ternyata belum selesai.

Perjalanan Bujang menjadi Tauke Besar menggantikan Tauke Besar lama, berhadapan dengan Master Dragon, pemimpin tertinggi dari 8 keluarga penguasa shadow economy. Di pertengahan jalan, Bujang kembali atas panggilan penting dan mendesak. Selain Salonga, Bujang meminta White juga si Kembar Yuki dan Kiko untuk membantu. Salah satu riset teknologi yang didanai oleh Keluarga Tong telah dicuri oleh kelompok mafia lain dengan seenaknya. Teknologi itu penting sekali, selain untuk mendeteksi serangan siber, teknologi itu mampu melindungi rekening uang haram mereka, terlebih benda itu siap untuk diuji coba. Dan jatuh ke tangan orang yang tidak dikenal dan tidak memperlihatkan wajahnya saat di Meksiko, "Ada yang mengajak Bujang bertarung satu lawan satu dengan tangan kosong."  Itu gila. Siapa sosok misterius itu? Bahkan sebelum dia pergi dengan keberhasilannya melawan Bujang, dia memanggil Bujang dengan "Hermanito".  Yang artinya my little brother. Sosok misterius yang membawa karakter baru.

Tak hanya sarat akan makna, novel ini juga mengajarkan akan kebaikan-kebaikan, seperti etika dalam berbicara dengan orangtua serta dalam perkara ibadah dari segi agama manapun,
"Kamu harus lebih sering shalat, Agam. Itu perintah agama. Bahkan tiang agama."
"Aku setuju, Po Imam." Salonga ikut berbicara, "Aku sendiri tidak pernah alfa setiap minggu menghadiri misa di Gereja Tondo. Itu penting untuk membuat jalan hidup kita lurus. Tersambung dengan kuasa Tuhan." 
Shalat. Terlepas dari apakah seseorang itu pendusta, pembunuh, penjahat, dia tetap harus shalat, kewajiban itu tidak luntur. Maka semoga entah di shalat yang ke-berapa, dia akhirnya benar-benar berubah. Karena di dunia shadow economy, batas antara orang lurus dan jahat tidak ada.

Pertarungan demi pertarungan terjadi entah atas dasar apa mereka melakukannya, tak ayal novel ini sering mengajak kita kembali ke masa lalu untuk sebuah jawaban, pertarungan yang tak melulu soal bayaran. Masa lalu yang terus menghantui tapi tidak menyurutkan untuk saling membantu. Ikut berdukacita meski semestinya marah. Pengkhianatan yang bukan sekedar ambisi diri sendiri. Menemukan cerita seorang bandit besar yang nyatanya bukan seorang pembohong. Catatan hidup yang belum selesai. Kisah cinta yang sebenarnya tidak pernah ada rahasia. Dimana urusan pernikahan, perasaan, cinta, kebencian, tidak sesederhana yang dilihat. Dan fakta baru yang menyemai bibit kebencian baru.

Selain hadirnya tokoh baru, kali ini Tere Liye menyisipkan "bintang tamu" yaitu Thomas yang merupakan pemeran utama dalam novel "Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk". Menguras emosi, karena hampir di semua novel yang ditulis ada tokoh yang mati. Rambang yang juga merupakan tokoh baru, hidupnya tidak lebih dari 3 jam saat bersama Bujang, mati untuk melindunginya. Bagi Tere Liye, hal itu karena kematian adalah sesuatu yang memang pasti akan terjadi.

Novel yang masih ber-genre action ini tidak kalah seru dengan novel "Pulang" karena cerita baru yang berbeda. Bersama Republika Penerbit, Tere Liye lagi lagi mampu membuat penasaran meski cerita telah diakhiri dengan "tamat", pembaca akan merasa seolah masih ada kelanjutan ceritanya. Dengan cover buku yang menawan, Ke mana kita akan pergi? setelah tahu definisi pulang. Siapa yang bisa menebak, apakah langit senja yang sembilu atau kota yang dituju.


Siti Munawaroh,
Depok.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #5

Epilog 

Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).

Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.

Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.


***
#EpisodeKelima

Bismillahirahmanirahiim, berbicaralah selalu tentang kemungkinan-kemungkinan. Jangan bicara tentang ketidakmungkinan. Karena bicara tentang kemungkinan-kemungkinan, mendatangkan ketenagan, ketentraman, bagi pikiran, hati, perasaan. Termasuk mendatangkan harapan.

Tapi kemungkinan-kemungkinan yang baik. Positif. kalau perlu, sekalian yang ajaib, luar biasa, dan fenomenal.

Biasakan dan latih. Biasain dan latihan.

Allah akan senatiasa menghadirkan peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, situasi-situasi, suasana-suasana, keadaan-keadaan, yang menjadi ujian bagi pikiran, perkataan, perasaan, dan tulisan.

Be cafeful. Heart-heart. Qolbun-qolbun. Jangankan di dominasi oleh kemungkinan-kemungkinan negatif, dia muncul saja harus segera beralih, pindah track, pindah jalur, pindah frekusensi, alihkan perhatian kepada segala kemungkinan yang positif.

(Read Qs. Maryam: 1 - 15)

Yusuf Mansur, calon tunggal Presiden Republik Indonesia.

Ketidakmungkinan hanya boleh diucapkan disampaikan di depan Allah saja. Yang lain tidak ada yang berhak mendengar.

Yusuf Mansur, yang tidak berapa lama lagi menjadi Presiden Republik Indonesia, belajar tentang keyakinan dari Qur'an.

(Read Qs. Al - Furqan: 1 - 3)

"Saya belajar dari Al Qur'an tentang keyakinan, bagaimana keyakinan itu segera dikabulkan"

(Read Qs. Maryam: 17 - 19)

Kosa kata: Hayyin = kecil itu, mudah itu.
Hayyin pertama ayat 9.
Hayyin kedua ayat 21.
Kun Fayyaqun ayat 35.

Minta perlindungan kepada Allah dari pemahaman yang salah, keliru, sesat. Perhatikan dengan seksama pelan-pelan dan dalam keadaan menikmati setiap kosa kata yang sedang dibaca. Sampai Al - Qur'an memberitahu kita tentang sesuatu atau malah banyak hal. Dan memberi kekuatan kepercayaan diri, semangat, harapan, dan keyakinan. Kita minta kepada Allah agar Al Qur'an , Firman Allah, Wahyu Allah, Kalamullah, perkataan-Nya, bener-bener berperan dan berkerja penuh bagi kita dan kehidupan kita.

(Read Qs, AMryam: 16 - 36)

Qur'an itu hebat sekali, dibaca senin beda, dibaca selasa beda, dibaca rabu beda, dibaca kamis beda, dibaca Jumat beda, dibaca sabtu beda, dibaca Ahad beda. Tiap hari Anda akan merasakan Qur'an yang berbeda.

Qur'an itu hebat sekali, dibaca sama orang yang lagi cerai beda, dibaca di hari pernikahan beda, dibaca sama yang lagi hamil beda, dibaca sama yang lagi sedih beda, dibaca sama yang lagi seneng beda, dibaca sama yang langi nganggur beda, dibaca sama yang lagi ada tamu beda, dibaca sama yang ngipas beda, dibaca sama psikolog beda, dibaca sama anak SD beda, dibaca sama anak SMP beda, dibaca sama hafizh Qur'an beda, dibaca sama penyanyi beda, dibaca sama yang lagi di masjid beda, dibaca sama yang lagi dikamar beda.

PR

Baca berulang-ulang ayat dan terjemahannya dari surah Maryam ayat 1 - 36. Sambil ditulis-tulis, dicatat-catat, apa yang ditemukan dan apa yang didapatkan. Sambil jangan lupa kencengin bismillahnya itu:
1. bener-bener kepengen tau isi Qur'an.
2. Ke pengen bener dapat kun fayyakun Allah dan segala kemudahan serta pertolongannya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Pemimpin bukan Pemimpi.

Jika pemimpin kafir berjaya dimasa jabatannya.
Terus kamu percaya bahwa dialah pilihan yang tepat.
Karena tak ada lagi kemacetan, banjir ataupun masalah lainnya.
Kamu bilang, "Mana? Allah gak marah, buktinya kita baik-baik saja."
Tunggu....
Itu hanya nikmat semata atas butanya hati.
Di biarkan terlena dengan mimpi.
Karena jika Allah bilang tidak boleh maka Azablah yang akan turun.
Bukan lagi karena kerja pemimpin yang sangat bagus.
Melainkan karena masyarakat yang telah salah memilih.
Selanjutnya kamu akan menyalahkan siapa? Dia?! Atau Dirimu sendiri?!
Kalau saya dihina, saya akan diam.
Kalau keluarga saya dihina, saya tidak terima.
Kalau agama saya dihina, saya akan bertindak.
.
.
Kamu bilang kamu islam! Kamu percaya Allah! Bohong, karena ayat yang tertulis jelas dikitab-Nya, kamu ingkar?.
.
..
...
....
#Untuksaudaraku #sayamuslim #sayaterlahirdalamislam #sayabangga #islamagamayangpalingbenar #sayayakindenganagamasaya #sayacintaislam #islambeautiful #islamisthebest #pilihbolehbutajangan #sadarlah #wahaiumatumatAllah #islam #islamic #muslim #muslims #beautifulbuilding #pray #muslimah #inspired #dzn #videohot #myvideo #mosquesoftheworld #islamempire #vlogger #instav #videooninstagram #vlog   #MahaBenarAllahDenganSegalaFirmannya

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments