In Narrative

Kisah Nyata: Tetap Tawakkal, 2 Pengangguran Bisa Menikah

Pengantin wanita, sebut saja Dae.
Pengantin laki-laki, sebut saja Vae.

Kecewa! (Sedikit sih, tapi begitulah rasanya), pas H+2 hari lamaran dengan gak sengaja, saat Aku update status whatsapp tentang sebuah "status", Dae membalas dan langsung mengirimkan foto ini:



"Doain ya, Insya Allah aku segera" (Kurang lebih beginilah isi chat itu, Aku langsung menghapus story chat bersama Dae setelah membalas "Oh" padanya.)
Itu kabar gembira yang mengecewakan, Aku langsung berpikir "ini yang katanya temen rasa saudara?".

Baik. Baik.
Dae berusaha menjelaskan bahwa temen sekantornya (yang setiap hari ketemu aja) juga baru dikasih tau H+1 dan sama, mereka juga kecewa.


2017
Mulai dari awal tahun kemarin, Dae benar-benar memfokuskan pada 1 do'a saja, _M E N I K A H_
.
Walaupun banyak yang bilang "bikin seneng diri sendiri aja dulu, emang udah ada tabungan buat nikah? Calonnya udah ada? Sampai kata-kata *kebelet nikah* juga udah sering mampir ke telinga Dae, tapi bukannya bikin surut niatan , malah niatan buat nikah semakin mantap.
.
Karena, setiap pribadi mempunyai tujuan hidup yang beragam, mempunyai rencana hidup masing-masing yang tidak bisa di samakan seluruhnya.
.
Di awal-awal ketika do'a mulai di perkencang, niat mulai di perbaiki, rasanya Allah membuka banyak peluang untuk mencapai keinginan Dae, tapi bukan berarti semuanya lancar-lancar saja, beberapa kali ta'aruf  Dae gagal, di tolak laki-laki yang gak di kenal itu rasanya kaya ada bunyi ~kreekk💔 tapi gak keliatan.
Rasanya kepercayaan diri runtuh seketika, trauma 🙈, sampai rasanya mau mundur lagi aja kali yaa tahun depan.
.
Berbulan-bulan ditunggu, liat kalender lama-lama hampir mendekati akhir tahun, akhirnya jurus terakhir ngerayu Allah cuma "Pasrah" serahin aja semuanyalah, Allah mau kasih jodoh di tahun ini yaa terima, mau dikasih tahun depan yaa ikhlas aja. udah gak berfikir buat nyari atau sebar CV lagi. Dan akhirnya Close.


🎇 Alhamdulillah Wasyukrillah Allah masih memberikan Dae umur hingga menemukan pintu syurga kedua setelah kedua orang tua.
.
Dulu, saat Dae masih Jomblo kalau baca Quote-quote tentang menikah dan memulai hidup dari 0 itu rasanyaaa kaya sebuah tantangan banget, sampai sering berkhayal gimana ya rasanya nikah pas lagi susah-susahnya? beneran bakalan Allah bantuin gak sih? Gimana ya cara ngelewatinnya? "Kalau ada orang yg sanggup ngelewatin itu berarti saya juga sanggup dong?" Yaa pikiran semacem itulaah yang sering banget kelintas di otak Dae kalau liat quote-quote indahnya nikah itu.
.
Ternyata semua itu bukan omong kosong pemirsah. Alhamdulillah Dae merasakan bagaimana rollercoaster itu berjalan 😊 roda kehidupan memang ada nyatanya. Bukan ingin mengumbar aib, bukan ingin pamer, hanya ingin menunjukkan bahwa Allah itu benar-benar tidak pernah Ingkar terhadap apa yang sudah di Janjikan-Nya.
.
"Yaa saya mah siapa atuh yaa" Dae, padahal udah banyak ustad-ustad yang kasih tau hal ini, tapi masih banyak juga yang gak pede buat Nikah, karena banyak ketakutan 1 atau 2 hal. 

Dae cuma mau sharing aja dari beberapa paragraf di atas biar yang tadinya ragu bisa semakin mantap dan semakin memperbaiki apa yang memang seharusnya di perbaiki 😊, terlebih Niatan dalam menikah 👍.
.
Niat itu adalah alamat, jika niat itu salaaah sedikit, maka ia tidak akan sampai,
Kerjakan apapun di dunia itu dengan niatan selalu untuk Allah. .
Ada 4 hal kenapa Niat itu sangat penting
1. Niat itu yang membedakan Ibadah dengan yang tidak.
2. Niat yang menjadi pembeda dari Ibadah dengan Ibadah yang lain. (Ibadah wajib dengan Sunnah)
3. Niat menjadi penting karena menjadi syarat diterimanya amal.
4. Niat akan menentukan balasan apa yang kita peroleh

"Menikah saat menganggur"
.
.
Biasanya, ketika seorang perempuan mempersilahkan laki-laki untuk datang kerumahnya, untuk sekedar berkenalan ke orang tua, atau meminta restu untuk menikah, 80%-90% pertanyaan yang akan orang tua perempuan tanyakan pertama kali kepada si laki-laki itu adalah "kerja dimana?". Betul?
.
Terlebih laki-laki yang datang itu berniat buat ngelamar anak perempuannya, wiih makin ketat aja pertanyaannya, selain kerjaan, terkadang suku dan posisi kelahiran juga menjadi patokan buat mencari *menantu idaman* malah yang jarang di tanyakan oleh kebanyakan orang tua itu adalah "Shalatnya bagaimana? Bolong-bolong gak?". True bruuh ~
.
Serem gak sih? Mungkin buat sebagian besar laki-laki, penyebab ciutnya nyali mereka itu yaa mungkin karena ini, ditambah dengan embel-embel omongan "nanti anak saya mau dikasih makan apa? Ngehidupin diri sendiri aja belum cukup, mau coba ngambil tanggung jawab ngehidupin anak orang" hahaha kalau ini sih bagian terlucu menurut Dae 😁.
.
Dulu, setahun belakangan orang tua Dae pun seperti itu, tapi lambat laun berubah menjadi lebih paham ketika Dae mempersilahkan laki-laki yang tidak Dae kenal dengan baik + pengangguran untuk mengkhitbah Dae.
.
Bayang-bayang akan tanggapan pertama dari orang tua udah pasti memenuhi isi kepala, pastinya gak terbayang buat dapet tanggapan positif, tapi Qodarullah, Allah memang Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati manusia.
.
Sabtu, 4 November laki-laki yang entah keberaniannya datang dari mana, datang sendiri dan membuka pembicaraan, berniat untuk 'ngelamar' katanya. Selang 2 Minggu setelahnya datang kembali dengan keluarga besarnya untuk benar-benar melamar secara resmi.
.
Seketika banyak pertanyaan dari tetangga bahkan saudara sendiri, "calonnya kerja dimana da?" saat itu Dae dengan santai menjawab "belum kerja". 
.
Awalnya banyak yang kasih sangsi dengan keputusan yang Dae ambil, banyak yang bilang nikah itu bukan untuk coba-coba, banyak resiko yang harus di pikirkan ke depannya, nikah itu bukan sekedar cinta, emang bisa abis nikah hidup cuma makan cinta, bisa-bisa malah udah nikah masih tetep ngerepotin orang tua, minta sana sini.


Awalnya Dae merasa bahwa rezekinya akan lancar-lancar saja setelah lamaran terlaksana, tapi eng ing eng Allah punya ketetapan yang lebih baik buat Dae.
.
Anti mainstream sih menurut Dae, biasanya kalau pas kita sedang ultah, kita paling senang mendapatkan banyak do'a, yaa bonusnya terkadang dapat kado laah, belum ada sebulan dari Dae lamaran, tanggal 11 Desember tahun lalu, bertepatan juga dengan hari lahirnya, Dae dapet kado paling spesial dari Allah 😁, hari itu Dae di kabarkan langsung oleh atasannya bahwa tahun depan sudah tidak di pergunakan lagi di kantor tempatnya bekerja 🎇 yuhuuu~ pengangguran men, Vae pengangguran Dae pun ikut nganggur tahun depan. Seketika yang terbayang adalah "ini nikah KUA ajalaah yang gratis, gak pake biaya yang penting mah SAH."
.
Pulang kerja ngabarin orang tua, ngabarin Vae, minta maaf karena rencananya untuk bisa bantu biaya pernikahan sepertinya kandas 😂, tabungan?? Ooh Dae bukan orang yang pintar menabung, ini kesalahan fatalnya, jangan di contohlaah yaa.. Jadilah Dae Januari 2018 sudah tidak bekerja lagi dan tidak punya tabungan, dan Vae masih sibuk interview-interview tanpa hasil.
.
Rasanyaaaa~, biasalah manusia, kalau sudah di bawah, baru deh ibadahnya semakin gencar, tapi ikhtiar tetap berjalan, sambil mengurus keperluan-keperluan pernikahan, Dae juga mencoba untuk melamar kerja kembali, tapi tidak membuahkan hasil selama 2 bulan, begitupun dengan Vae saat itu, tiap bulan pasti ada saja panggilan interview tapi hasilnya nihil 😅.
.
Semakin dekat dengan hari pernikahan, Alhamdulillah orang tua Dae maupun Vae saat itu membantu teramat sangat banyak dalam persiapan, membiayai semua persiapan pernikahan tanpa ada omelan mengenai Dae ataupun Vae yang tidak mempunyai pekerjaan.
.
Bohong kalau Dae katakan Dae tidak merasa Allah terlalu tega mentakdirkan kehidupan seperti ini untuknya, beberapa kali cerita dengan sahabat terdekat, kenapa orang lain sangat mudah dalam proses menuju pernikahan, semuanya terlihat lancar saja, katanya menikah akan menambah rezeki, tapi belum menikah saja sudah di putus kerja. Aaaaah ya saat itu pikiran Dae terlalu sempit.

Dae sempat lupa, bahwa rezeki itu bukan melulu soal harta dan materi, si calon pun mengingatkan, bahwa selama kita masih hidup tandanya Allah hanya akan terus kasih kita rezeki, bukankah saat kita meninggal artinya Allah sudah mencukupkan semua rezeki kita? Alhamdulilah Dae pun yakin bahwa Allah memang akan terus memberikan banyak rezeki untuknya. Menikah juga salah satu rezeki terbesar bukan? Jadi, apa ada alasan untuk tidak bersyukur?
.
Ditambah lagi, banyak sekali ustad-ustad favorit Dae yang memberikan motivasi untuk menikah disaat memang tidak memiliki apapun. Dan bukankah ini khayalan Dae dulu? Ingin tahu apasih rasanya nikah saat tidak memiliki apa-apa, Allahuakbar, mungkin Allah ingin menunjukkan kebesaranNya maka jadilah Dae di berikan kado istimewa dari Allah untuk bisa merasakan bagaimana nikmatnya keadaan ini.
.
Sebulan sebelum hari pernikahan, si calon suami masih belum mendapatkan kerja, tapi panggilan interview semakin banyak, 3 minggu sebelum Nikah, Dae masih santai, karena Dae tau Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya yang selalu mengadakan tangan ketika berdoa, Allah biarkan begitu saja. Terbukti, Alhamdulillah calon suami ternyata mendapatkan pekerjaan, di tempat yang sangat baik, dengan banyak kemudahan dalam proses mendapatkannya. Allah memang Dzat yang Maha Besar dalam segala pengaturanNya.
.
Saat itu berasa lulus ujian, ujian yang soalnya datang setiap hari, dan gak pernah sama, SABAR.
.
Ikuti kuncinya, lalu Allah yang akan atur segalanya untuk kehidupanmu 😊😊 sweett gak sih?? Allah cuma minta Dae dan calon buat Shalat dan Sabar saat menghadapi segala macam masalah. Allah gak minta banyak hal, Allah cuma minta Dae dan calon terus percaya dengan Dzat yang mengatur seluruh semesta alam. Hal yg kecil buat Allah, untuk kasih apa saja yang Dae mau, tapi yang paling itu adalah apakah Allah memberikan itu dengan penuh banyak keberkahan di dalamnya atau hanya sebatas Allah kasih begitu saja tanpa ada keberkahan?.
.
So, pengangguran bukan ALASAN untuk menunda menikah broooww~ Menikahlah, jika belum cukup biarlah Allah yang akan mencukupkan. - Dae

#semangatmenikah
.
Salam,
Dae & Vae
(Hilda @fnhilda & Ventry @ryansyahventry)
Menikah pada tanggal 14 April 2018.

Akhirnya tulisan yang sudah selesai tanggal 23 Mei 2018, dipublikasikan.

*Cerita ini bukan untuk orang-orang yang mudah menyerah dalam mencari pekerjaan dan pasangannya* melainkan untuk mereka yang pasrah dan yakin atas doa-doanya dan terus berusaha. Penulis perantara ini, sebut saja Sae, Sa aaee = bisa aja 😁

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Narrative

Terpisah Bukan Berpisah



Doakan kami, kirimkan kami Al Fatihah atau dengan doa menurut keyakinan agamamu, doakan kami.

Kami pernah sedekat nadi hingga kini tak berelegi.
Kami terpisah dengan jarak tapi bukan berpisah.
Kami jauh untuk saling introspeksi diri.
Tanpa adanya komunikasi.
Doa-doa yang melekat membuat kami tetap dekat.

Ingat?:
Segitiga itu hanya memiliki tiga sudut, untuk menentukan garis sudut kamu boleh mengambil dari sudut manapun, tetapi ingat hanya tiga. Berbeda dengan otak dan hati manusia yang memiliki banyak sudut pandang, untuk menentukan dia yang kamu pandang seperti apa, ingat kamu menilainya dari pikiran dan hati yang kamu miliki, dan orang pun berhak menilai kamu seperti apa, "baik buruknya" kamu juga dinilai dari cara kamu memandang orang lain.
.
Triangle; Trihedron. - Aku (Simu)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In RESENSI BUKU

Senandung Bisu Oleh Aguk Irawan M N


Judul Buku: Senandung Bisu
Pengarang: Aguk Irawan MN
Penerbit: Republika Penerbit
Tahun Terbit: 2018
Tebal Buku: VIII + 388
Harga: Rp 85.000,00

Aguk Irawan MN, menceritakan sebuah kisah seorang anak dan segelintir masalah yang benar-benar terjadi di dunia ini, bahkan mungkin di kehidupan sehari-hari, entah cerita ini di angkat dari kisah nyata atau fiktif belaka, tapi Aku merasa ini nyata.

Bagi semua orang, anak adalah permata surga, hiburan bagi pandangan mata, cahaya jiwa, dan tambatan hati. Meski banyak juga yang tak punya hati membuang anaknya atas sebuah "kecelakaan nafsu" tanpa ikatan, tapi Rahim berbeda, Rahim tidak lahir atas kecelakaan itu, Rahim lahir dari orang tua yang sah, menjadi anak bungsu.

Dlori dan Zulfin adalah orang tua Rahim, mereka memang tidak membuangnya. Awal keluarganya bahkan penuh dengan cinta dan kasih sayang, bahagia, dan berkecukupan, tapi tau kah kalian? Jika dibuang dapat membuat Rahim mendapatkan cinta dan kasih sayang meski bukan dari orang tua kandungnya, Aku lebih memilih hal itu terjadi pada Rahim, anak bungsu yang memang seharusnya mendapatkan semua itu, dari orang tua dan kakak-kakaknya.

Tapi takdir berkata lain, Rahim "terpaksa" hidup bersama orang tuanya di Desa Siwalan yang kental dengan agama juga istiadat Jawa. Ajaran suci menyatakan bahwa surga di telapak kaki seorang ibu, tapi adakah surga di bawah telapak kaki ibunya Rahim?.

Rahim diperlakukan tidak adil. Orang tuanya tak pernah menganggapnya ada, mengabaikannya. Ketika semua anaknya kenyang sarapan, Rahim tidak makan hingga siang terkecuali atas belas kasihan orang lain, dan orang tuanya tak peduli meski telah berjanji. Empat kakaknya harus sekolah tinggi dan menggapai kesuksesan, Rahim justru sengaja dibutakan akan huruf dan angka.

Novel yang mengajarkan kehidupan harus dibawa seperti apa, tentang bertetangga, tentang mulut yang membawa iri dan dengki serta kebanggaan atas sebuah kesalahan fatal, konflik berkepanjangan, tentang merendahkan, tentang kesuksesan anak yang dibanggakan-salah, tapi menyadarkan, juga menyesakkan, dan tentang kematian.

"Mereka mengira sedang melangkah dalam jalan kehidupan, padahal sesungguhnya mereka tengah menapaki jalan kematian" Hal: 315.

Di umur dua puluh dua, Rahim tidak menjadi apa-apa, sementara kakak pertamanya Harun bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit di Jakarta. Aisyah kakak keduanya telah menjadi dosen negeri di Bandung. Umi kakak ketiganya hampir menyelesaikan kuliah kedokteran dan telah ditawari beberapa pekerjaan dari beberapa rumah sakit maupun klinik setelah lulus nanti. Dan kakak keempatnya Musa, kini dibiayai Harun dan Aisyah sekolah di luar negeri.

"Orang bilang: Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Tetapi orang lupa bahwa ada angin, ada kekuatan alam, ada faktor-faktor lain, yang bisa membuat buah melayang jatuh tetapi jauh dari pohonnya!" Hal.189.

Aku baru pertama kali membaca karya Aguk Irawan MN ini, ada beberapa bagian yang sering diulang, awalan yang panjang dan membuat bosan. Tapi tau kah? Jika kalian bertanya buku apa yang paling rekomendasi dari seluruh buku yang pernah ku baca, Aku akan menjawab buku ini. Dan kalian akan sepakat jika sudah membacanya.

Sepenggal sinopsis yang akan menambah kalian harus memiliki buku ini, dan jangan biarkan berhenti di diri sendiri, ajak seluruh keluarga dan seluruh orang yang kamu kenal untuk membacanya, Insyaa Allah perubahan hidup akan terjadi, selamat membaca!
Surga.... Ajaran suci menyatakan bahwa di telapak kaki seorang ibu-lah surga berada. Maka akal pun bertanya: Ibu yang bagaimana? Apakah di setiap tapi ibu, tanpa memedulikan wataknya, sifatnya, perangainya, tingkah-laku dan perbuatannya? Adakah surga di bawah telapak kaki ibunya Rahim dalam kisah novel ini? Rahim.... Dia adalah anak bungsu, anak terakhir. Bapak-ibunya--sebagaimana keyakinan sebagian orang--percaya filsafat yang menyatakan "banyak anak banyak rezeki". Awal kehidupan Dlori dan Zulfin--orang tua Rahim--diliputi suasana penuh cinta dan kasih sayang, bahagia, dan berkecukupan.
Kehidupan keduanya membuat iri para tetangga. Para tetangga sering berkasak-kusuk, saling memamerkan kelebihan, membangga-banggakan harta, anak, dan keturunan. Telinga pun memerah dan hati terasa sangat sakit karenanya. Zulfin terjebak pada perbandingan-perbandingan itu, dan "memaksa" diri dan suaminya agar bisa membuktikan pada semua orang bahwa walau anaknya banyak, mereka akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Nafsu untuk memburu kesuksesan dan kebahagiaan di satu sisi lain, telah memerangkap pasangan suami istri itu ke dalam kubangan sedih dan air mata. Si bungsu Rahim menjadi korbannya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In REVIEW

Dukung Aktivitas Berliku dengan Smartphone Idaman

Ku beli handphone ini empat tahun yang lalu, waktu itu Aku masih duduk dibangku kuliah, semester lima, masih sama dengan handphone-handphone sebelumnya yang ku beli dari sisa-sisa uang saku, orangtua ku tidak mengajarkan Aku dan saudara-saudara ku untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan mudah, yang mungkin anak-anak dari keluarga lain mudah mendapatkannya.
"Kalo mau beli hp, kumpulin duit sendiri" kata Ayah juga Mama. Enam anak-anaknya diperlakukan sama, meski kami berprestasi. Uang saku kami tidak terlalu banyak, itu artinya? Butuh waktu yang bukan berbulan-bulan saja, melainkan setahun dua tahun. Dan semakin mahal barang yang diinginkan, jelas semakin lama waktu untuk memilikinya.

Flashback di tahun-tahun sebelumnya, Aku ingat ketika handphone ku hilang dan Aku melapor pada Ayah, apa reaksinya?
"Ya kalo udah ilang mau diapain? Ikhlasin aja" ucap Ayah dengan santai yang saat itu sedang duduk di ruang makan. Aku hanya bisa diam, sesak tapi benar juga. Balik lagi, ingat lagi sama apa yang kita punya semua ini cuma titipan.

Apa aktivitas keseharainku?

Sejak semester lima Aku sudah mulai menerima private matematika sampai beberapa bulan kemarin, Aku memutuskan untuk men-stop-nya dulu. Sejauh ini, pengalaman private dengan handphone yang ku miliki terkendala di kamera, di saat murid tidak bisa ketemu dengan keterbatasan waktu namun terbantu dengan kecanggihan alat komunikasi zaman sekarang, soal pun bisa di bahas melalui whatsapp, dan keseringan pada malam hari, minim cahaya yang ini menambah gambar yang dihasilkan kurang baik.

Sebelum wisuda tepatnya Agustus 2016 lalu, Aku sudah mulai merintis usaha di bidang handmade yaitu felt flowers, dengan modal kecil yang bisa dimulai dengan uang ratusan ribu, Aku memasarkannya via instagram, dengan keterbatasan kamera handphone yang hanya 5 MP jelas kurang menghasilkan gambar seperti yang diinginkan, dan akhirnya Aku sering meminjam handphone adik-adikku untuk menghasilkan foto yang menakjubkan untuk menarik pelanggan, dan parahnya banyak aplikasi yang tidak didukung oleh handphone yang ku miliki. Itu artinya, Aku tidak bisa memotret kapan saja, sabar menunggu sampai adik-adikku ada dirumah. Seorang yang serius menjalankan usahanya pasti harus membuat kontak yang bisa dihubungi tanpa harus mengganggu kontak pribadi, kebanyakan orang menggunakan aplikasi Line@ dan Whatsapp Business, sedihnya kedua aplikasi itu tidak bisa didukung oleh handphone ku, karena kebutuhan ini ada diatas keterbatasan dengan terpaksa, lagi-lagi Aku menggunakan handphone adikku untuk menumpang dua aplikasi itu. Bagaimana cara menggunakannya? untuk handphone adikku yang ku pakai kameranya, biasanya Aku harus menunggunya ada dirumah karena dia seorang mahasiswa baru. Kalau untuk handphone adikku yang ku pakai untuk dua aplikasi tadi, biasanya Aku menggunakannya hampir setengah hari lebih, itu karena dia masih duduk di bangku SMP yang sekolahnya tidak mengijikan muridnya membawa handphone, tapi jika dia harus membawanya itu artinya konsumen-konsumen ku terpaksa mendapatkan balasan yang lambat "slow response". 

By the way kenapa adik-adikku bisa memiliki handphone yang lebih baik? Itu karena uang tabungan mereka lebih banyak dengan pengeluaran yang sedikit, berbeda dengan ku, yang kadang hasil dari usaha ku yang cukup menghasilkan habis tertelan oleh amplop-undangan tiap minggu haha. Apa kamu juga begitu?. Sementara waktu Aku membeli handphone ini tidak memikirkan jauh ke depannya seperti apa.

Selain itu, kegiatan sehari-hari ku juga di fokuskan pada feed instagram yang menjadi media untuk berbagi, bukan hanya sekedar memposting foto pribadi, tapi juga berusaha "menghasilkan agar orang lain bisa mendapatkan", hidup ini bukan hanya untuk diri sendiri. Menjadi hal yang patut di syukuri jika seseorang bisa terbuka hatinya ketika kebetulan melihat apa yang kita postingkan. Semudah itu bukan menciptakan bahagia?

Kalo ngeblog? Aku mengenal dunia blog dari tahun 2011, meski sudah suka menulis dari tahun 2005, sebagian besar isi blog adalah pengalaman pribadi dan sajak-sajak yang di post berasal dari buku-buku harian, sempat mati selama berbulan-bulan dan merasa takut dan jarang memposting ketika melihat ada yang memplagiat karya ku (haha ini cemen banget ya), dan bangkit ketika ada 2 orang teman yang sudah lama tidak bertemu dan dipertemukan disebuah acara, mereka menanyakan hal yang sama "masih suka nulis?" "Terusin ngeblognya, keren tau dan bla bla bla" spechless aja setelah sekian lama ternyata ada yang mengingat, mendukung, dan mengapresiasi. Hingga sampai hari ini Aku rutin membuka blog kembali, mungkin sudah saatnya Aku memfokuskan apa yang sudah dipercayakan, karena tidak banyak orang diberi kesempatan dan keahlian yang sama.


Untuk Smartphone Idaman 2018 versi Aku, Aku tertuju pada Huawei Nova 3i, kenapa? Secara ini smartphone hits banget menggunakan teknologi AI. Cocok ajah sama aktivitas keseharian ku, shocknya dan bikin mikir, kok ya ini smartphone punya 4 kamera, kamera belakang 16 MP + 2 MP F/2.2 aperture, supports autofocus (phase focus, contrast focus) dan kamera depan 24 MP + 2MP F/2.0 aperture, supports fixed focal length, gimana wujudnya ya? yang jelas Aku merasa kudu punya!



Instagramers?, Math teacher?, Blogger?, dan Entepreneur? jelas membutuhkan hasil kamera yang jernih agar kelihatan seperti asli! berkarya itu gak melulu fokus sama editan kan ya.... Selain itu smartphone ini dirasa dapat menambah style semakin fashionable, Huawei Nova 3i menggunakan chipset 12nm Hisilicon Kirin 710 dengan warna yang unik tapi asli bikin Aku galau, ya secara dari dulu suka sama warna biru, warna iris purplenya itu bikin mau, sementara yang warna hitam bikin memikat karena lagi suka-sukanya sama black-and-white.

Dan yang bikin yakin kudu benar-benar punya itu penyimpanannya yang gede banget, RAM 4 GB & 6 GB, Internal 64 GB & 128 GB, dan Eksternal up to 256 GB!, ah gila kan ini smartphone, bisa disebut jadi crazyphone hehe, karena pasti banyak orang pernah ngalamin yang namanya kepenuhan memori, lagi asik-asiknya mengabadikan eh terpaksa hapus data. Hayo ngaku kalau kamu pernah kayak gitu!. Kalau sebelumnya Aku yang biasa numpang di handphone orang, sekarang kalau mereka mau bales dendam juga gakpapa (berasa udah punya ini smartphone) menghayal mah bebas kan. Lama-lama Aku yang gila haha.

Terus kalian pernah gak sih handphonenya dipinjam buat main game? biasanya yang minjam anak-anak kecil. Nah Huawei Nova 3i ini diperkuat dengan teknologi GPU Turbo yang dioptimalkan buat para gamers, canggihkan! Apalagi dengan kemampuan analitis dan menonaktifkan suasana berisik yang didukung oleh Ai, panggilan volume rendah akan ditingkatkan dan panggilan berisik akan diubah menjadi percakapan yang jelas dan berkualitas tinggi. Konektivitas pergerakan AI yang adaptif selalu membuat kita tetap terhubung, secara cerdas menyesuaikan diri dengan lingkungan kita loh. Mode elevator dengan cepat memulihkan sinyal 4G secara dinamis mengoptimalkan kinerja jaringan. Huawei GEO 1.5 menyediakan layanan yang lebih akurat dan meningkatkan kinerja bahkan dalam terowongan. Bawa smartphone ini ajah untuk mendukung aktivitas sehar-hari rasanya cukup  ya karena gak bikin khawatir. Hayuuu kumpulin duit buat beli atau kamu bisa dapetin Huawei Nova 3i gratis dengan cara seperti ini, info lebih lanjut kamu bisa buka link ini ya https://deddyhuang.com/2018/09/08/smartphone-idaman-2018/.


Huawei Nova 3i Blog Competition 
by


#HuaweiNova3i_ID
#ChooseTheBest
#DHxHuaweiNova3i

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In REVIEW

Andai Ajah.... Aku Punya Laptop Slim dan Tahan Banting, Ku Rela Backpaker Mengelilingi Dunia


Ku duduk di salah satu bangku cafe, pojok adalah posisi yang sering di ambil ketika apa yang ada di dalam ranselku terdapat laptop, notebook, pulpen, headset, handphone, juga dompet. Selain posisi, ada yang penting untuk dipastikan, yaps! socket untuk men-charge laptop, Aku harus dekat dengannya. Ku letakkan semuanya di atas meja disebelah camilan yang sudah dihidangkan, kecuali dompet yang ku biarkan tetap di dalam ransel, pada posisinya.

Alunan lagu Untukku oleh Alm.Chrisye yang ku stel dari handphone membalut telinga ku melalui headset yang sudah ku pasang. Ku buka entri baru pada blogku, mulai mengetik satu persatu kata ketika ingat akan sebuah tulisan.
"Ah harusnya ini ditulis langsung di sana" sesal ku, saat traveling ke Sumatera Barat lalu Aku tidak membawa laptop. Meski masih hangat-hangatnya kenangan jalan-jalan disana, tulisan yang tertulis tidak memiliki feel yang sama. Apalagi kalau bawa laptop yang mendukung kenyamanan mengetik, uh.

Bisa saja Aku membawanya, tapi pikiran ku mengatakan tidak memungkinkan, laptop yang sudah ku beli di awal tahun 2012 lalu cukup mumpuni namun spesifikasinya masih standar. Perjalanan ku dari Depok ke bandara saja membutuhkan waktu 2jam, belum lagi saat di dalam pesawat, meski kecil  bobotnya 1,5 kg, Aku harus memangkunya karena tidak bisa ku biarkan masuk dalam kabin apalagi bagasi, jelas tidak mau mengambil resiko dengan body yang rentan. Perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau bahkan lebih jauh lagi ke tempat tujuan, butuh 3-4 jam dan setengah perjalanan masih bebatuan. Belum terbayang perjalanan ke tempat-tempat pada keesokan harinya selama 10 hari Aku berada disana akan seperti apa, karena perjalanan ini untuk pertama kalinya. Dan baterai laptop yang ku miliki hanya bertahan maksimal 6 jam 15 menit saja.

Ku buka tab baru, pada kolom pencarian google ku tulis "Asus ZenBook 13 UX331UAL" merupakan laptop impian para traveler, ku klik enter lalu muncul lah satu persatu gambar, ini menjadi gambar favorit ku sebelum angan ku membawa pergi, melupakan sedikit kekesalan pada laptopku.
"Gila, Slim banget kan" ketebalan Asus ZenBook 13 UX331UAL hanya 13,9 milimeter dan berat keseluruhannya cuma 985 gram. Ah coba ajah kemarin bisa bawa laptop ini kesana, duduk di pinggir pantai sambil minum es kepala dan makan langkitang yang disini biasa disebut siput. Desir ombak, buih yang menyatu dengan pasir, langkah kaki anak-anak penyu, teriakan anak-anak yang berlari, suara-suara yang menyatu seperti itu mampu menghanyutkan pikiran untuk berkarya dengan kata, memberi tahu bahwa Pantai Penyu cukup recommended untuk dituju. Otak yang terus bekerja, makna yang terangkai kata, tertulis rapi penuh imaji dengan laptop yang didukung dengan teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari serta tulisan tangan, dengan jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang emang dioptimalkan buat kenyamanan untuk mengetik!, blogger? bakal makmur pakai laptop ini.

"Bayanginnya ajah udah bikin nyaman, apalagi punya beneran" ucapku dalam hati yang masih menatap layar laptopku, disana masih ada gambar laptop Asus ZenBook 13 UX331UAL dengan spesifikasi lengkapnya.

Asus ZenBook 13 UX331UAL juga merupakan notebook yang sudah mendapatkan sertifikat US Military grade MIL-STD 810G yang artinya memenuhi standar bahkan pada pengujian internal ASUS melampaui standar industri dan uji daya tahan yang memastikan bahwa kemampuannya mampu beroperasi dalam berbagai kondisi, menggunakan kontruksi berbasis magnesium alloy yang sangat ringan dan penggunaan integrated graphics. Emang cocok banget lah buat dibawa kemana ajah, mau jalan pakai totebag doang juga gak perlu khawatir. Kuat banget kan! secara gak cuma dibanting, dilindes motor ajah ini laptop gak kenapa-napa. Gak perlu panik lagi kalo ke senggol terus jatuh dan ketiban benda berat, "Ah andai ajah...."

Senja yang menyapa menenggelamkan penyu-penyu lucu itu menuju kehidupan yang baru, momen langka yang dihiasi langit jingga. Aku masih ingat rasa manis itu.
Desain NanoEdge, layar yang ukurannya 13,3 inci (16:9) LED Backlit dan resolusi FHD  (1920x1080) 60Hz yang dilengkapi dengan prosesor tercepat Intel Core i generasi ke-8 1.6 GHz dan kartu grafis Intel UHD Graphics 620 memberikan tampilan multimedia terbaik dikelasnya, performa tinggi ini memadankan prosesor tersebut dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz serta penyimpanan kecepatan yang tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD. Jadi bagian salah satu hal yang penting buat mengambil momen dan menyimpan momentum. Di tambah fitur Wi-Fi Master pada laptop ini mampu mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain. Bersama dengan teknologi dual-band 802,11ac, Wi-Fi Master menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar 6x lebih cepat dibanding single-stream 802,11n. Sangat leluasa banget kan kalau dibawa ke tempat kerja, travelling, ataupun ke cafe-cafe favorit, dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari lainnya.

Mata ku berbinar-binar disela-sela membaca spesifikasi, daya tahan baterai laptop ini sanggup bertahan hingga 15 jam! karena dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh. Sistem operasi windows 10 home (64bit), keamanan yang lebih canggih lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan windows hello jadi gak perlu lagi ketik kata sandi setiap kali masuk, apalagi kalau laptop ini ditinggal di rumah dalam keadaan isi laptop terdapat berkas penting, gak perlu takut buat di otak-atik orang lain.

Eh harga ASUS ZenBook UX331UAL: (i5-8520U/8GB/512GB SSD/Win 10) Rp 14.799.000,00 dan (i5-8520U/8GB/256GB SSD/Win 10) Rp 14.299.000,00 ??? Yakin ke beli nih? "Ya Allah.... Andai ajah punya, bakal sering dibawa kalau ada tempat baru yang dituju, walaupun berkali-kali naik turun transportasi capek berkurang dari biasanya karena bawa laptop ini" Sebagai blogger, Instagramers, dan Entrepeneur yang suka traveling, secara mau tampil simpel juga tetap stylish tapi semua kebutuhan dapat ke bawa semua, jalan-jalan tanpa beban berat dipunggung. "Ah rasanya...."

"Andai ajah.... laptop super tipis, ringan, tangguh, performa tinggi, kerja mumpuni dan powerful baterai kuat ini bisa jadi milikku."

Tritteettt...., Aku tersadar dari lamunan ku atas desis suara dari laptopku dan muncul layar biru, "Ah lagi-lagi restart sendiri". Masih di posisi yang sama meski ku lihat garpu tidak pada posisinya, mungkin tak sengaja salah taruh saat Aku sedang asyik-asyiknya berandai-andai.

Belum puas berandai, laptopku sudah membangunkanku, parahnya dengan kekesalan yang baru lagi. Jangan tanya tentang tulisan yang ku buat tadi, Aku bahkan langsung menutupnya tanpa menunggunya menyala kembali. Ku lihat jam dinding disebrang sana, sudah mau magrib. Sudah seharusnya aku kembali, ku simpan rapi barang bawaanku kembali, ku pastikan laptop masuk pada tempatnya dengan hati-hati meski bagiannya sudah dilapisi busa. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments