In SAJAK

SAJAK KASIH

S a j a K a. s. i. h
Aku (Simu)


Tangan memberi kabar menengok masa lalu
Klik suaramu ingatkan kejadian dulu
Aku tersenyum dalam iring nada khas mu
Hangatnya kembali merasuk setelah berabad lupa

Kau tahu ada bagian sakit?
Hm.... Eh bukan itu,
Efek besar ini memiliki sisi
Banyak yang terjadi kala hati menjadi daging

Yang ku tahu,
Rasa terima kasih tidak bisa dibayar oleh kata, itu akan hilang dan terlupa
Juga tidak bisa dibayar dengan benda, karena akan rusak dan binasa
Semuanya hanya perlu diungkap oleh perbuatan
Terima kasih telah berbagi
Terima kasih sudah menghadirkan mereka kembali

Yang jika kita suka, bukan lantas harus dimiliki, namun aku berhasil mendapatkannya
Karna mu....

Hi! Kalaupun kau tidak tahu aku memutar ulang jutaan suaramu
Tetap ku rawat agar tumbuh rindang dibenakku
Tak apa tidak sembuh jika ini obatnya

Tertulis untuk,
Diolissa Juliana
dari
Aku (Simu)



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

B.J HABIBIE MENINGGAL DUNIA

Ketika kabar itu terdengar, semua ramai, hingga aku membaca ini disalah satu group whatsapp, tentang ungkapan beliau....



BJ HABIBIE 

Ternyata sama kembali ke nol, tidak ada yang bisa  dibanggakan 😭

Ungkapan Hati B.J. Habibie Soal Akhirat  yang Bikin Merinding
8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan untuk kita semua !!!!
--------------------
( Ketika BJ Habibie berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

3 anak, semuanya sukses...
Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri...
»Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi...
»Dan ada pula yang jadi pengusaha ...
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes..
Rindu dikunjungi anak2nya

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
Sepanjang waktu .... 

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya...
Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
Yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???  Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya...

'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan.....

'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan......

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius

Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita.

(yg  menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_b

Teruslah menjadi  menabur  Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.



Semoga Bermanfaat...😭😭⏰

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In MATEMATIKA

UKURAN PEMUSATAN DATA


Tercatat pada Rabu, 22 Juli 2009
Sekiranya jika ingin mencopas komentar di bawah atau email ke sititarramunawaroh@yahoo.com
Semoga bermanfaat
Semangat belajarnya!

Ukuran Pemusatan Data
1.      Rataan (Mean)
x̅ =  atau     x̅ = 
2.      Median (Me)
Adalah niali tengah suatu data yang telah diurutkan.
3.      Modus (Mo)
Adalah nilai yang paling sering muncul.

Contoh :
Tentukan rataan, median, modus, dari data di bawah ini !
1.      4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9, 11
2.      4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 17
3.      14, 10, 11, 18, 20, 18, 21
4.      17, 13, 8, 9, 13, 20, 18
5.      2, 2, 5, 4, 6, 9, 6, 6, 13, 12
6.      6, 6, 7, 8, 8, 9, 9, 13, 14, 12, 12, 10

Jawab:

1.      4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9, 11

Rataan : x̅ =  =   =  = 7
Median : 7
Modus : 6 dan 7

2.      4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 17

Rataan : x̅ =    = 10

Median :   = 9,5
Modus : -

3.      10, 11, 14, 18, 18, 20, 21


Rataan : x̅ =   = 16
Median : 18
Modus : 18

4.      8, 9, 13, 13, 17, 18, 20

Rataan : x̅ =   = 80,85
Median : 13
Modus : 8 dan 13

5.      2, 2, 4, 5, 6, 6, 6, 12, 13


Rataan : x̅ =   = 6,5


Median :   = 6
Modus : 6

6.      6, 6, 7, 8, 8, 9, 9, 10, 12, 12, 13, 14

Rataan : x̅ =   = 9,5


Median :   = 9
Modus : 6, 8, 9, 12




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Pilar Kebangsaan

Sumber Gambar : satujam.com

Untuk Mengawali Perwujudan Empat Pilar Kebangsaan

1. Mengamalkan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

2. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan hukum untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

3. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui satu sistem Pendidikan Nasional.

4. Menerima keniscayaan Bhineka Tunggal Ika dan mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Tercatat pada Selasa, 4 September 2012 (Masa Kuliah)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In SAJAK

Teman (R)asa

Saat kau sambut aku
Aku tak peduli
Peduliku hanya tertuju pada isi otakku
Resah membanjiri diri

Kau lantangkan dengan lisan kalimat yang sama
"Nanti main lagi ya...." (terbuka)
Kau menilaiku asik
Menyimpulkan dalam waktu detik

Kau berbeda dengan yang lain
Tidak menganggap ku seperti orang lain
Yang membuat ku panik
Kau tidak benar-benar tahu tentangku

Ketulusanmu takut membuatku lupa
Datang sesaat hanya untuk melupakan
Memanfaatkan keadaan
Menyakiti sesuka hati

Berbeda dengan ku
Baru menyadari keberadaan mu, saat lambaian tangan tak terlihat
Dingin malam membuatku teringat
Hidupku belum terlalu pekat

Terima kasih....

Perlakuanmu membuat reda gelisah
Membuka asa atas gelap gulita
Beri signal bagaimana maknai dengan hati
Kepada yang datang dan pergi


- Aku (Simu)

Percayalah ada banyak orang baik diluar sana, terus berbuat baik sampai kau dipertemukan oleh salah satunya.

Ku persembahkan ini untuk, Dias.
*Terjadi hari ini di 7 April 2019.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments