In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN MATEMATIKA

UKURAN PEYEBARAN KUMPALAN DATA

Semua ini gratis, hanya izin saja, agar aku semangat lagi menulis catatan-catatan matematika yang masih ku simpan (ADA DARI SMP-KULIAH LOH!)

1. Rentang / Jangkauan
2. Jangkauan antar kuartil / Hamparan
3. Simpangan kuartil / Jangkauan semi antar kuartil
4. Langkah
5. Pagar dalam dan pagar luar

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CERPEN

Aku Menyebutnya Penolakan


Tahun lalu, di beri tugas menetap di kota yang orang-orang sebut planet, selama beberapa bulan, hampir semua orang yang kenal tahu itu.

Kala itu, aku sedang keluar. Beberapa stasiun lagi aku sampai pada kota yang ku maksud. Direct message instagramku memunculkan notif, dari orang yang di hari sebelumnya juga mengirimkan pesan, sama.
Kali ini chat itu langsung menunjukkan maksudnya, mengajak ke sebuah tempat, menginginkan makan dan minum ditempat yang pernah kita kunjungi bersama.

Beberapa chatnya memberi alasan dan perjanjian, yang sebenarnya itu tidak perlu.
Yang tahu aku pasti tahu, dan berhubung 2 stasiun lagi tiba, aku mengiyakan ajakannya.
Tak memungkinkan untuk ganti baju dan mandi, aku memilih menunggu di stasiun terakhir yang kebetulan stasiun itu tempat yang paling dekat dengan tujuan nanti, satu jam lebih aku menunggu, tak apa. Lagi, orang yang kenal dengan ku tahu, aku lebih suka menunggu karena aku tidak suka ditunggu, itu membuat orang lain membuang waktunya untukku.

Hingga tibalah kami, dia lebih dulu tiba beberapa menit sebelum aku.
Ini hari sabtu, tentu tempat makan ini ramai dan semakin ramai, terlebih kami tiba selepas magrib, jam makan malam. Kami harus menunggu, "waiting list".

Terpenuhilah permintaan dia, kami makan di satu meja yang sama, membicarakan sedikit tentang perpindahannya ke ujung kota esok hari. Aku terus berusaha agar bisa membantu, berulang kali mengatur jadwal dan minta izin agar bisa keluar dari kota ini sebentar.
Makan ku sedikit, selain tidak begitu lapar, aku mulai merasa ada yang mengganjal, "ada yang tidak menginginkan kehadiran ku" ini lebih terasa saat perbincangan mengenai perpindahan itu.
Baik tak apa, jika memang malam ini malam perpisahan kami, aku akan memberikan yang terbaik, memberikan yang diminta.

Sesuai keinginan, terlaksana. Suasana kali ini berbeda, aku yang kali ini malas beranjak untuk kembali lebih cepat, justru dikalahkan dengan drama yang mereka buat, mereka? Ya, dia bersama asisten pribadinya.
Aku yang tidak makan banyak berbeda rasa dengan mereka yang begah karena memakan banyak makanan yang mereka pesan. Dengan alasan kenyang dan ngantuk, mereka meminta pulang lebih dulu.

Aku diantar sampai depan, sebelumnya melewati parkiran yang disini aku memesan ojek online, mempersilakan mereka yang memang terlihat buru-buru ingin pulang, tak apa berpisah disini, kebetulan mereka membawa kendaraan sendiri, tapi ditolak berdalih dengan kekeh akan mengantarkan aku sampai depan.
Seperti biasa, kami bersalaman, melambaikan tangan, dan berterima kasih sebagai bentuk perpisahan. (Terjadi sekitar jam setengah sembilan)

Satu jam lebih dari waktu itu, sekitar pukul setengah 10, seseorang menghubungi ku, bertanya keberadaan dia.
Kau tahu? Apa yang terjadi pada ku? Aku panik! mulai berpikir mungkin terjadi apa-apa dengannya. Berdoa "semoga mereka baik-baik saja".

Tepat sebelum aku ingin menghubunginya, pesan muncul, memberitahu, "iya masih disana, aku liat dari live ig barusan"

Tegg!
Live ig? Aku membuka instagram ku tapi tak ada, mencoba membuka dari instagram bisnis ku (yang kebetulan dia tahu) juga tak ada, masa iya info ini salah, buat apa?

Satu cara ku untuk memastikan kebenaran, aku meminta membuka instagramnya lewat akun lain, dan benar sedang live.

Rasa khawatir ku runtuh, berubah jadi kecewa? Tidak. Hanya berubah jadi sebuah pertanyaan besar, "KENAPA?" 😔

Belum genap satu tahun aku mengenalnya, tapi aku sudah memposisikannya seperti saudara sendiri, seperti adikku sendiri, aku bahkan menamai kontaknya dengan simbol "keluarga", selain kami satu marga, aku begitu bangga padanya karena keberadaannya dikota ini untuk apa, aku berusaha memberikan yang mampu aku berikan, terlebih jika itu cuma sebuah perhatian.
Mungkin sekarang dia paham, aku yang biasanya sibuk mengomentari dan ramai memberi notif atas apa yang dia lakukan kini tak lagi, sadar diri.
Terjadi atas apa perlakuannya di malam terakhir itu membuat aku berpikir keras dan memutuskan, baik. Mungkin memang lebih baik tak lagi bersapa langsung meski sekedar bertanya kabar, tak lagi menatap muka. Aku akan melindunginya dalam doa, memastikan dia baik-baik saja.

Terima kasih pernah hadir dan menerima ku dengan hangat, meski kejadian itu membuat ku berpikir, apa ini yang disebut menerima?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN MATEMATIKA

UKURAN LETAK KUMPULAN DATA

Semua ini gratis, hanya izin saja, agar aku semangat lagi menulis catatan-catatan matematika yang masih ku simpan (ADA DARI SMP-KULIAH LOH!)

1. Kuartil (Q)
 a. Statistika Lima Serangkai
 b. Rataan kuartil dan rataan tiga
2. Desil (D)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In SAJAK

SAJAK KASIH

S a j a K a. s. i. h
Aku (Simu)


Tangan memberi kabar menengok masa lalu
Klik suaramu ingatkan kejadian dulu
Aku tersenyum dalam iring nada khas mu
Hangatnya kembali merasuk setelah berabad lupa

Kau tahu ada bagian sakit?
Hm.... Eh bukan itu,
Efek besar ini memiliki sisi
Banyak yang terjadi kala hati menjadi daging

Yang ku tahu,
Rasa terima kasih tidak bisa dibayar oleh kata, itu akan hilang dan terlupa
Juga tidak bisa dibayar dengan benda, karena akan rusak dan binasa
Semuanya hanya perlu diungkap oleh perbuatan
Terima kasih telah berbagi
Terima kasih sudah menghadirkan mereka kembali

Yang jika kita suka, bukan lantas harus dimiliki, namun aku berhasil mendapatkannya
Karna mu....

Hi! Kalaupun kau tidak tahu aku memutar ulang jutaan suaramu
Tetap ku rawat agar tumbuh rindang dibenakku
Tak apa tidak sembuh jika ini obatnya

Tertulis untuk,
Diolissa Juliana
dari
Aku (Simu)



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

B.J HABIBIE MENINGGAL DUNIA

Ketika kabar itu terdengar, semua ramai, hingga aku membaca ini disalah satu group whatsapp, tentang ungkapan beliau....



BJ HABIBIE 

Ternyata sama kembali ke nol, tidak ada yang bisa  dibanggakan 😭

Ungkapan Hati B.J. Habibie Soal Akhirat  yang Bikin Merinding
8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan untuk kita semua !!!!
--------------------
( Ketika BJ Habibie berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

3 anak, semuanya sukses...
Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri...
»Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi...
»Dan ada pula yang jadi pengusaha ...
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes..
Rindu dikunjungi anak2nya

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
Sepanjang waktu .... 

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya...
Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
Yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???  Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya...

'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan.....

'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan......

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius

Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita.

(yg  menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_b

Teruslah menjadi  menabur  Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.



Semoga Bermanfaat...😭😭⏰

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments