In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Menyampaikan Gagasan, Tanggapan, dengan Alasan yang Logis dalam Forum Diskusi

Berikut beberapa soal dengan kompetensi dasar menyampaikan gagasan, tanggapan, dengan alasan yang logis dalam forum diskusi. 

1. Empat pihak dalam diskusi:

    Moderator, penyaji, peserta diskusi, dan notulis.

2. Kalimat sanggahan terhadap pernyataan penyaji. "Modal utama seorang pengusaha adalah kekayaan.

    Tanpa kekayaan usaha tidak akan sukses".

" Saudara penyaji, uraian tentang modal utama seorang pengusaha adalah kekayaan pada diskusi ini memang cukup benar. Namun pendapat saya tentang hal ini bukanlah hanya kekayaan saja yang menjadi penentu utama menuju kesuksesan melainkan ilmu dan usaha yang dimiliki."

3. Cara mengungkapkan tanggapan dalam diskusi:

     - Bisa bersifat menolak atau mendukung

    - Komentar padat, tersusun rapi dan tepat sasaran

    - menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami

    - Menggunakan definisi, fakta, fakta, grafik, gambar, data, statistik atau keterangan.

4. Tugas moderator: 

    - Memimpin jalannya diskusi

    - Membuka jalannya diskusi

    - Menyampaikan tata tertib diskusi

    - Mengatur jalannya diskusi

    - Menengahi bila terjadi perselisihan

    - Memotivator peserta diskusi

    - Menyampaikan kesimpulan diskusi

    - Penutup.

5. Tugas penyaji / pemakalah:

    - Menyampaikan bahan (dalam bentuk makalah)

    - Menyampaikan pokok masalah

    - Menanggapi / menjawab pertanyaan peserta

    - Menerima kritik dan saran dari peserta

6. Cara menolak pendapat

    Pada saat menolak pendapat, dilengkapi dengan alasan logis dan memenuhi syarat.

7. Contoh kalimat sanggahan terhadap pengemis yang semakin bertambah

    "Saudara penyaji, uraian tentang bagaimana upaya melakukan ketegasan dalam menangani pengemis yang terlalu dimanjakan sangatlah baik, namun tidak hanya karena persoalan dimanjakan yang membuat pengemis semakin bertambah melainkan karena ekonomi yang semakin membuat kemiskinan merajalela dikalangan bawah. Sekian dan terima kasih."

8. Contoh moderator dalam menutup diskusi

    Saudara peserta diskusi, berdasarkan diskusi yang telah kita lakukan pada hari ini dapat disimpulkan bahwa hasil diskusi kali ini berdasarkan masukan dan fakta dari peserta yang hadir setuju akan presentasi yang disampaikan. Sekian diskusi kali ini dan terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr, Wb.

9. Diskusi biasanya dilakukan oleh suatu kelompok yang tidak terlalu besar dan bertujuan untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan, seminar dilakukan dalam kelompok yang lebih besar.

10. Contoh moderator dalam membuka diskusi

    Assalamualaikum Wr, Wb. Disini saya selaku moderator ingin menyampaikan jalannya diskusi yang akan dilakukan oleh peserta diskusi yaitu penyaji selaku pembuat dan menyiapkan bahan serta notulis selaku pencatat kesimpulan dari awal diskusi hingga akhir diskusi. Dan jika ada peserta diskusi yang ingin bertanya, berpendapat, maupun mengajukan usul dapat disampaikan disela-sela diskusi nanti. Diskusi ini tentang belajar menuju sukses yang akan disampaikan terlebih dahulu oleh saudara penyaji.

11. Diskusi panel mirip dengan seminar. Dalam diskusi panel, sebuah persoalan ditinjau dari bermacam-macam sudut pandang.



Bahasa Indonesia (XII IPA 3)

Selasa,

27 Juli 2010.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Paragraf Generalisasi, Sebab-Akibat, dan Analogi

 Membuat paragraf generalisasi, sebab-akibat, dan analogi dengan tema harga menhelang puasa.


1. Generalisasi

    Harga beras telah mengalami kenaikan cukup signifikan pada bulan januari lalu. Kemudian disusul oleh kenaikan harga minyak goreng hingga 40% pada bulan juni. Dan pada dua bulan terakhir ini harga kebutuhan pokok telah merambat naik pada kisaran 10% hingga 30%. Dengan demikian, harga bahan pokok menjelang puasa hingga lebaran tiba akan terus meranjak naik.


2. Sebab - Akibat

    Saat bulan puasa dan menjelang lebaran tiba, tingkat kebutuhan konsumen meningkat namun produsen tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Selain itu, adanya permainan dari pihak distributor yang mehanan barang membuat stok kebutuhan barang di pasar menipis. Hal tersebut memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dikalangan masyarakat.


3. Analogi

    Harga kebutuhan pokok menjelang puasa tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada dua bulan terakhir ini saja harga naik pada kisaran 10% hingga 30%. Hal ini juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dimana harga beras dan minyak goreng mengalami kenaikan. Sama halnya dengan tahun lalu harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.


Bahasa Indonesia ( XII IPA 3)

Jumat,

20 Agustus 2010.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In JELAJAH

Berkunjung ke Perpustakaan DKI Jakarta (Cikini) di Taman Ismail Marzuki (TIM)


Sudah tau belum kalau perpustakaan Cikini direnovasi? wajah barunya selalu bikin pengunjung buat balik lagi loh, gak percaya? cobain deh....

Perpustakaannya ada di gedung Ali Sadikin, kalau posisi kita dari jalan raya cikini dan menghadap Taman Ismail Marzuki, gedungnya yang sebelah kiri (yang ada patung Bapak Ismail Marzuki), naik langsung ke tangga ya, sampai ketemu eskalator (naik lagi menggunakan eskalator) - pintu masuknya persis di samping kanan eskalator ya.


Nah kalau posisi kamu dari gedung parkir taman dan sudah menghadap gedung Ali Sadikin, kamu bisa ke kiri untuk rute yang sama seperti diatas, atau kamu bisa jalan ke arah kanan, sampai menemukan kantin, nanti sebelum gedung seni Oesman Effendi ada lift (kiri), gunakan lift dan naik ke lantai 3, keluar lift kamu jalan ke arah kiri, sampai nanti ketemu pintu masuk perpustakaan yang disamping eskalator tadi.

By the way, sebelum kesana, enaknya sih reservasi dulu, karena kita membutuhkan barcode untuk akses : masuk - loker - dan untuk keluar nanti. Perpustakaan buka dari pukul 09.00 sampai 17.00, dengan kuota terbatas yaitu 300 pengunjung per hari. (Edit: Ini berlaku dimasa pandemi kemarin, sekarang kuotanya sudah tidak terbatas, setiap jumat, sabtu, dan minggu buka sampai pukul 20.00 dan libur di hari besar dan cuti bersama)

Kamu bisa reservasi di web langsung : perpustakaan.jakarta.go.id atau melalui aplikasi Jaklitera, aku pribadi sih tim menggunakan web, kita bahas sedikit soal anggota dan non-anggota dulu ya. 

Sebagai warga Jakarta, ada baiknya daftar dulu jadi anggota, daftar melalui web ya. Kenapa? karena ada sedikit perbedaan loh buat anggota dan non-anggota. Jika kamu anggota, kamu akan bisa menikmati seluruh fasilitas termasuk pinjam buku yang nantinya boleh dibawa pulang, tapi kalau kamu bukan anggota gak bisa bawa pulang buku ya, iya... bedanya cuma disitu doang kok. Anggota yang bakal terverifikasi adalah warga Jakarta dan orang yang bekerja/sekolah di Jakarta (yang beraktifitas di Jakarta, meski domisili wilayah lain tetap bisa terverifikasi dengan surat keterangan atau dokumen lainnya), yang bukan warga Jakarta juga baiknya daftar dulu ya sebelum berkunjung, (meskipun tanpa daftar bisa juga sih), tapi jika kamu ingin berkunjung dadakan dan sudah mendaftar data - dengan itu kamu bisa menggunakan akses kuota OTS (On The Spot) di pintu masuk nanti, kuota OTS tetap bisa digunakan bagi anggota dan non-anggota (akun belum terverifikasi). 

Begini cara reservasinya jika kamu sudah mendaftar, setelah masuk web - tampilannya seperti ini, 



temukan ikon jelajahi dibagian bawah, klik dan klik kembali ikon reservasi kunjungan, setelah diklik tampilannya seperti ini,



karena sudah mendaftarkan data diri, kolom kunjungan, perpustakaan, dan NIK sudah otomatis terisi, tinggal pilih tanggal kunjungan yang diinginkan deh, lalu submit. Setelah itu akan muncul barcode, biar lebih enak nantinya, barcode nya di screenshoot ya.

Nah, untuk yang belum mendaftarkan data diri, reservasi juga dilakukan pada halaman yang sama, tapi bukan di kolom-kolom seperti diatas.


Klik ikon garis tiga yang ada disebelah kiri atas, lalu pilih non anggota (umum), isi data diri terlebih dahulu, lalu submit sampai muncul barcode.

Terkadang barcode tidak muncul, jangan khawatir. Nantinya akan ada chat link barcode yang masuk ke whatsapp/email, chat ini muncul di H-1 pukul 16.00 WIB. Kalau kamu daftar di H-2 bahkan H-7 tunggu saja sampai H-1. Dan jika ini juga tidak kamu dapatkan, kamu bisa datang langsung dihari kamu reservasi dan akan diatasi oleh petugas disana.

Sebelum masuk siapkan aplikasi pedulilindungi dan scan barcode dipintu masuk, lalu siapkan juga barcode reservasi yang sudah dimiliki, scan barcode di mesin yang sudah disediakan yang berada setelah pintu masuk, arahkan barcode ke kamera scan, setelah berhasil dan jika kamu membawa barang bisa dititipkan ke loker, barcode masih diperlukan untuk loker yang akan kamu dapatkan, kamu bisa memindahkan barang ke tas yang disediakan disana, barang yang bisa dibawa seperti dompet, handphone, laptop atau alat tulis lainnya, tidak bisa membawa makanan dan minuman ya. Charger? silakan dibawa - dibeberapa tempat baca menyediakan kontak listrik untuk men-charge laptop atau ponselmu. Mukena? kamu bisa membawanya atau tidak, jangan khawatir perpustakaan memiliki fasilitas mushola yang juga menyediakan mukena. Nantinya kamu akan mendapatkan kalung tag loker. 

Jika haus dan lapar, kamu bisa kembali ke loker untuk mendapatkannya, petugas akan mengizinkan kamu minum di ruang tunggu yang berada tepat di depan loker. Atau jika ingin pergi keluar untuk makan, kamu juga bisa keluar tanpa melakukan check-out dan kembali masuk lagi nanti. Ingat ya, jika kamu ingin keluar sebentar dan akan kembali lagi, jangan melakukan check-out.

Perpustakaan terdiri dari 4 lantai (lantai 3 - 6),  lobi, informasi, dan loker berada di lantai 3,  naik ke lantai 4 ada layanan sirkulasi, ruang baca keluarga, ruang baca anak, ruang baca tangga, bilik bermain, dan bilik cerita. Lantai 5 terdapat ruang baca umum, ruang baca privat, ruang inklusi, bilik diskusi, bilik siniar, bilik laktasi, ruang baca tangga, dan layanan sirkulasi. Dan lantai 6 terdapat ruang baca referensi, ruang baca deposit, ruang layanan multimedia, dan ruang multifungsi.

Toilet ada di lantai 4, 5, dan 6. Mushola untuk perempuan di lantai 5, dan untuk laki-laki di lantai 6.

Beberapa spot tempat baca, ini menjadi tempat baca favoritku.



Siapa yang suka baca di antara rak-rak buku? 





Beberapa spot lainnya.





Berikut ada beberapa gedung yang bisa kalian kunjungi setelah dari perpus:
Gedung Parkir Taman - gedung yang diperuntukkan untuk parkir dan ada taman ruang terbuka diatasnya. 
Gedung galeri Oesman Effendi yang berfungsi sebagai ruang pamer seni rupa.
Masjid Amir Hamzah, untuk area sholat yang dikelilingi dengan kolam air.
Gedung teater Tuti Indra Malaon yang berfungsi sebagai panggung pertunjukkan seni peran, musik, tari, dan sastra berskala kecil. 
Gedung Teater Jakarta yang terdiri dari teater besar dan teater kecil untuk kegiatan kebudayaan dan pertunjukan profesional.
Gedung Graha Bhakti Budaya, gedung teater yang memiliki standar internasional untuk pertunjukan seni dengan konsep kuat dan berskala besar yang didukung dengan peralatan teknologi tinggi.
Gedung Trisno Soemardjo yang terdiri dari Teater Wahyu Sihombing, pusat UMKM, dan Planetarium.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CERPEN

KAU YANG BERJANJI, LALU KENAPA KAU SALAHKAN HUJAN?


Indonesia hanya memiliki dua musim, musim kemarau dan musim hujan (Ah kalian jangan coba-coba menyebutkan musim buah-buahan, menyebutkan buahnya satu per satu 😂). Awal tahun hingga menjelang bulan ketiga tanah air memasuki musim hujan. Sebuah kenikmatan bukan?.

Nikmat yang akan dirasa jika semua di awali dengan doa, doa yang baik-baik. Sekalipun itu akan menghasilkan banjir, jika diawali dengan kebaikan sungguh semua akan tetap baik.
Banjir kok baik? Iya, karena belum tentu apa yang buruk menurut kita buruk juga menurut-Nya.

Banyak hal yang kita tidak ketahui, seperti janji. Setiap orang mempunyai tingkat kepentingannya, apakah janji yang dibuat itu begitu penting meski hanya sekadar janji bermain. Kita tidak pernah tau apakah seseorang membuat jadwal dengan begitu memperhitungkan waktunya, apakah janji bermain pantas untuk diutamakan, pantas untuk diluangkan, tapi kita sepakat bahwa kita penting bagi orang-orang yang mau meluangkan waktunya untuk kita.

Lalu, setelah kita memahami pentingnya janji itu. Alasan lain justru bisa mudah membatalkannya.
"Batal aja ya, hujan"

Kau yang berjanji, lalu mengapa kau salahkan hujan?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Narrative

Belajar (Gitar) Sendiri!

 


Keinginan La bisa bermain gitar selama bertahun-tahun belum terwujud, mencoba belajar sendiri hingga putus asa berkali-kali. "Ah!" Ucap La dengan mendongakkan kepalanya, air matanya berhasil terbendung di pelupuk mata tanpa terjatuh, sambil menaruh gitar dengan sedikit keras diatas tempat tidurnya.

Suasana menjadi kelam, berulang kembali. Sikulusnya masih sama, niat- semangat - mencoba - tidak bisa - menangis, itu-itu saja. 

La memang mudah sekali akrab dengan orang baru, tapi  disisi lain tentulah La sangat sering sekali tidak percaya diri, minder-insecure. Itu sebab mengapa La sampai kini tidak juga mendaftarkan dirinya ke salah satu sekolah musik untuk mewujudkan keinginannya agar bisa bermain alat musik itu.

La pasrah atau bisa disebut menyerah, ia bahkan tidak peduli dengan keberadaan gitar yang dibeli dari kumpulan uang sakunya berada dimana, teman-temannya, teman adik-adiknya, bahkan sampai ke teman dari teman-temannya, meminjam berhari-hari, minggu, sampai berbulan-bulan tidak masalah. Padahal La tipikal orang yang sangat menjaga barang. La tidak peduli lagi, meski setitik harapan itu masih ada.


***


Baru beberapa hari sudah Trending Topic, lagu belasan tahun lalu kembali di aransemen oleh penyanyinya, dan liriknya juga diubah dalam terjemahan salah satu negara di Asia Timur, dengan bahasa negeri matahari terbit tersebut, lagu lama itu berhasil mencetak popularitas di dua negara, tentu juga menyusul ke berbagai negara lainnya.

La seperti biasa mencari tagar dengan judul lagu yang dimaksud pada aplikasi yang bernama instagram, belum banyak tapi sudah beberapa yang meng-cover lagu itu, klik pertama memunculkan video asli yang di repost ulang oleh fans penyanyinya di akun pribadi, dan klik yang kedua jatuh pada salah satu cover yang dibuat entah dengan kecepatan apa sudah ribuan view yang menonton. Mengesankan buat La, orang itu meng-covernya sambil bermain gitar. Setelah melihatnya berkali-kali, La mengarahkan langsung pada profil orang tersebut, melihat-lihat. La men-scroll hingga postingan paling bawah, makin ke bawah semakin mengagumi, sosok yang dilihatnya bisa memainkan berbagai alat musik selain gitar, juga bass, drum , keyboard, dan recorder.

Kali ini La tidak berpikir panjang untuk memulai menyapa, dunia maya membuat perkenalan lebih mudah, lewat direct message La memulainya dengan kalimat tanya. "Hi! Gak ada niatan buka private class akustik gitu? (Emot)." Dan beruntungnya pesan itu direspon baik.

La berulah, lagi-lagi dia bermain dengan keahliannya mencari tahu sosok yang baru saja ia hubungi. Tidak semudah biasanya, Kania panggilannya, sangatlah tertutup, tentu hal ini menjadi hal menyulitkan, meski dengan begitu informasi yang La inginkan diketahui juga tanpa bertanya langsung.

Percakapan La dengan Kania berujung pada seberapa tertariknya pada gitar, keseriusan, "Yakin mau belajar gitar? nanti tangannya sakit loh, bisa lecet-lecet - berdarah", dan tempat tinggal. Tidak terlalu banyak, terlebih Kania tipikal orang yang membalas pesan sekenanya saja, dia sibuk sekali.

Dalam percakapan itu, banyak sekali semangat yang dilontarkan oleh Kania kepada La, Kania juga memberikan sebuah harapan jikalau dihari minggu ada waktu kosong, berkenan mengajarkan. Senin-sabtu Kania bekerja, dan hari minggu biasa diisi dengan latihan atau ada panggilan bandnya.

La membesarkan harapan itu, setiap hari. Senang bukan kepayang dijanjikan akan diajarkan bermain gitar, seolah impiannya sudah benar-benar didepan mata.

Apakah harapan itu terjadi?

La tidak bisa mengharapkan begitu lama kepada Kania, La benar-benar tahu kesibukkan Kania. Dengan modal kepercayaan diri bisa melakukannya, La memulainya dengan membuka kembali buku "Teknik Cepat Jago Main Gitar" yang sudah sejak lama La miliki, berulang kali memahami titik-titik yang berada pada garis-garis kord, mencoba mempraktikkannya langsung dengan mengambil gitar, meyatukan pemahamannya dengan jari-jari yang kadang dia rasa sepertinya bukan begini, sesekali mencari video apakah yang dipahami sudah benar lewat akun youtube. Semudah itu? tidak, La berkali-kali menangis karena memang tidak pernah mudah, menangis karena memang sesakit itu bersentuhan dengan senar-senar - butuh waktu lama agar jemari kebal dengan itu. Menghapal kord dasar, memperlancar pindah kord tanpa melihat yang sering kali miss, dilalui berhari-hari  - hingga bulan, dengan kepercayaan diri, La menghubungi Kania - mengirimkan video memainkan sebuah lagu, agar Kania bisa mengoreksinya.

"Ini senarnya kurang pas, jadi pas digenjreng nadanya kurang. Nanti stel lagi ya, untuk pindah antara satu kunci ke kunci lain gpp masih satu-satu, sering-sering latihan aja biar terbiasa nanti juga lama-lama bisa. Itu aja, semangat yaa..."

La pikir itu akan jadi awal mula yang baik, video itu justru jadi satu-satunya yang La kirim ke Kania, belajar gitar yang dijanjikan berakhir disini.


***

La melanjutkan latihan sendiri.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments