Karangan deskripsi adalah karangan yang melukiskan objek sesuai dengan keadaan sebenarnya, seolah-olah pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan apa yang ditulis dalam karangan.
Secara umum paragraf deskripsi dibedakan menjadi 2 macam:
1. Paragraf deskripsi spacial
Adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
Contoh:
Ruang kamarnya acak-acakan, meja dan kursi tidak beraturan bahkan jungkir balik, lantai yang kusam dan penuh sampah menguatkan bahwa sudah cukup lama kamar itu tidak dijamah orang, di dinding banyak coretan bahkan ditumbuhi lumut apalagi langit-langitnya, sebagain sudah ada yang pecah dan terbuka basah karena genting yang bocor dan banyak sarang laba-labanya.
2. Paragraf deskripsi objektif
Adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.
Contoh:
Tubuhnya kurus kering, badannya digrogoti penyakit mag, mulut dan bibirnya sariawan sebesar kacang kedelai, benjolannya merah dan dipenuhi nanah, sepanjang hari matanya tidak tertutup.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan deskripsi:
1. Karangan melukiskan keadaan atau keberadaan objek
2. Karangan disajikan sehidup-hidupnya sehingga daya khayal, daya bayang pembaca tumbuh dengan baik. Pembaca sudah melihat, merasakan apa yang telah dirasakan dan dilihatnya.
3. Menulis perlu mengadakan pengamatan terhadap objek
4. Deskripsi bukanlah merupakan kumpulan rincian, oleh karena itu dalam memilih rincian harus memperhatikan:
a. rincian sesuai dengan tujuan deskripsi
b. rincian memiliki sikap yang menonjol
Karangan Deskripsi
Narasi - Cerita (Fiksi dan Non Fiksi)
Deskripsi - Melukiskan objek (spacial = impresionistik = realitas)
- Melukiskan objek (objektif = ekspositorif = perasaan)
Eksposisi - Memaparkan proses
Argumentasi - Meyakinkan
Persuasi - Mengajak
Bahasa Indonesia (X.1)
Selasa,
4 November 2008.
Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu.
Dalam paragaf narasi ada 3 unsur utama:
1. Tokoh-tokoh
2. Kejadian
3. Latar, ruang, dan waktu.
Berdasarkan materi perkembangannya, paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis, yakni:
1. Narasi Fiksi: narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif (narasi sugestif),
contoh: novel dan cerpen
2. Narasi Non Fiksi: Narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual, sesuatu yang ada dan benar
benar terjadi (narasi ekspositori)
contoh: biografi, autobiografi, laporan perjalanan, laporan kejadian
Ada beberapa cara mengembangkan paragraf narasi
a. Pola hubungan runtun peristiwa
Hubungan runtun peristiwa adalah suatu bentuk wacana cerita yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya suatu peristiwa yang diurutkan menurut rangkaian kejadian dan urutan peristiwanya
contoh:
Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan, pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan makanan pagi anak-anak. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi anak-anakku yang paling kecil....
b. Pola urutan kejadian
Pola urutan kejadian adalah yang menekankan waktu terjadinya peristiwa atau kejadian.
Contoh:
Kejadiannya begitu cepat. Aku pulang pukul 12.00 siang, pukul 12.15 aku parkir motorku dihalaman sekolah, lalu berlari ke tempat fotocopy. Pukul 12.20 selesailah KTP-ku difotocopy. Pukul 12.22 aku sudah sampai kembali ke tempat parkir motor. Dan, motorku sudah lenyap! hanya ku tinggalkan tujuh menit saja.
c. Pola hubungan mula dan akhir
Menekankannya pada penjelasan mula-mula dan akhirnya.
Contoh:
Cepat kok! mula-mula saya menyiapkan naskah majalah sekolah yang akan saya cetak. Naskah itu lalu saya bawa kebagian penerimaan naskah. Namanya pak Broto kemudian.... selanjutnya.... akhirnya tinggal menunggu proses akhir yaitu penjilidan dan pengepakkan, pengalaman saya mencetak majalah sederhana kok!
Bahasa Indonesia (X.1)
Selasa,
28 Oktober 2008.
In KAFETARIA
Ruang Namu | Cafe - Coffee Shop di Depok, Jawa Barat
Posted on Minggu, 13 November 2022
Seperti biasa, aku tidak mereview secara detail, hanya berupa foto yang aku ambil.
Membaca Ekstensif adalah suatu kegiatan dengan melihat, mengerti, melisankan apa yang tertulis secra luas.
Fakta dan opini
a. Fakta adalah kenyataan yang dapat didengar, dilihat, atau dirasa, jadi fakta dapat berupa benda. Bunyi pendapat yang dikemukakan orang yang sempat kita dengar.
b. Opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh penulis atau pendapat umum yang sudah dianggap pendapat semua orang.
Contoh: Mantan presiden Roh Tae-woo dari 7 pengusaha kakap korea selatan dituduh terlibat kasus penyuapan dalam skandal korupsi yang sudah dianggap pendapat semua orang.
Bahasa Indonesia (X.1)
Selasa,
23 September 2008.
Aku (Simu)
- Aku (Simu)
- : Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)















