In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #4

Epilog 

Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).

Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.

Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.


***
#EpisodeKeempat

At - Thur: 21.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ ۝٢١
walladzîna âmanû wattaba‘at-hum dzurriyyatuhum bi'îmânin alḫaqnâ bihim dzurriyyatahum wa mâ alatnâhum min ‘amalihim min syaî', kullumri'im bimâ kasaba rahînOrang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Al - Kahf: 45, 46, 47, 48, dan 49.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا ۝٤٥
wadlrib lahum matsalal-ḫayâtid-dun-yâ kamâ'in anzalnâhu minas-samâ'i fakhtalatha bihî nabâtul-ardli fa ashbaḫa hasyîman tadzrûhur-riyâḫ, wa kânallâhu ‘alâ kulli syai'im muqtadirâBuatkanlah untuk mereka (umat manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, yaitu ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering kerontang yang diterbangkan oleh angin. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا ۝٤٦
al-mâlu wal-banûna zînatul-ḫayâtid-dun-yâ, wal-bâqiyâtush-shâliḫâtu khairun ‘inda rabbika tsawâbaw wa khairun amalâHarta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ ۝٤٧wa yauma nusayyirul-jibâla wa taral-ardla bârizataw wa ḫasyarnâhum fa lam nughâdir min-hum aḫadâ(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung (untuk dihancurkan) dan engkau melihat bumi itu rata. Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia) dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
وَعُرِضُوْا عَلٰى رَبِّكَ صَفًّاۗ لَقَدْ جِئْتُمُوْنَا كَمَا خَلَقْنٰكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۖ ۢ بَلْ زَعَمْتُمْ اَلَّنْ نَّجْعَلَ لَكُمْ مَّوْعِدًا ۝٤٨wa ‘uridlû ‘alâ rabbika shaffâ, laqad ji'tumûnâ kamâ khalaqnâkum awwala marratim bal za‘amtum allan naj‘ala lakum mau‘idâMereka (akan) dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman,) “Sungguh, kamu telah datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali. Bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagimu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.”
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًاࣖ ۝٤٩wa wudli‘al kitâbu fa taral-mujrimîna musyfiqîna mimmâ fîhi wa yaqûlûna yâ wailatanâ mâli hâdzal-kitâbi lâ yughâdiru shaghîrataw wa lâ kabîratan illâ aḫshâhâ, wa wajadû mâ ‘amilû ḫâdlirâ, wa lâ yadhlimu rabbuka aḫadâDiletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #3

Epilog 

Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).

Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.

Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.


***
#EpisodeKetiga

(Read) Surah Al Ma'arij: 1 - 35.

SUGESTI dan REVITISI
Dua hal yang Insyaa Allah, dengan izin Allah, ikut berpengaruh bagi kondisi mental, kejiwaan, psikis, pikiran, perasaan, baik di hal positif maupun di hal negatif dan juga di impian dan di rasa percaya diri, baik di permulaan, perjalanan, dan di akhirnya.

Impian kudu tinggi. Setinggi-tingginya, impian kudu gede, segede-gedenya. Impian kudu luas, seluas-luasnya. Impian kudu hebat, sehebat-hebatnya. Impian kudu super, sesuper-supernya. Impian kudu istimewa, seistimewa-mewanya.

Dan lakukanlah langkah kongkrit.

An - Naml:
15, 30, 40, (peta kesuksesan Sulaiman imperium baru kerajaan yang dibangun Ayahnya dan Ratunya)

Thaha:
114, mengajarkan ilmu penting. ('ilmaa = ilmu sesuai keinginan).

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Narrative

Bismillah, Panahan 🎯



Hi! Aku kembali dengan hal baru 😊
Sebenarnya sih udah dari jaman sekolah pengen banget olahraga ini, baru berani nanya-nanya pas jaman kuliah tapi tetep gak berani buat gabung (pemalu a.k.a minderan) tapi siapa sangka Jumat, 07 - 07 - 2017 kemaren dipertemukan sama teman jaman kuliah yang ternyata dia bergelut di bidang itu (owner dari Indrayana Archery), dikasih ijin buat ngerasain megang busur dan anak panahnya. A K H I R N Y A 😭
Dari berbagai keinginan besar ditambah orang-orang yang menginspirasi, selang dua hari baru berani pesan, itu pun untuk diambil awal agustus efek latarbelakang bukan pekerja tetap, tapi selalu punya tekad buat mencapai sesuatu.
Emang kudu coba hal-hal baru, belajar lebih banyak lagi, itu hidup. Kita gak akan pernah tau di depan sana ada apa. Mungkin sebelum memilih jalan ini Allah udah punya takdir buat hamba-Nya, tapi karena keberanian mungkin juga Allah akan ubah takdirnya yang belok jadi semakin lebih baik 😇 Wallahualam
Sampai jumpa lagi, aku akan sering sering share hal ini 😊

Ada yang bisa tebak, busur yang aku pegang berapa lbs? 😂 abaikan mimik dan cara pegang yang belum benar ya, ini masih amatir. Besok lusa, siapa tau jadi pemanah terhandal se-Indonesia, se-Asia, dan se-Dunia 😇 kita kudu punya mimpi tinggi katanya 😉

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #3

Epilog 

Syarat membaca cerita bersambung ini adalah ketika kamu menemukan kata Aku maka itu artinya Simu. Baiknya saat membacanya kamu juga menggantinya. Meski isi yang dimaksud bukan menceritakan tentang Simu. Tapi Aku (Simu).

Kenapa? Karena Aku yang menulisnya. Aku mau pembaca fokus pada satu orang dan melampiaskan ke orang yang sama, yaitu Aku.
Sebagaimana penulis seolah menjadi Aku.

Ribet! Kenapa gak langsung aja? Karena Simu adalah Aku, tapi Aku bukan Simu.


***
#EpisodeKedua

Disuguhkan dengan video "Peristiwa Khojaly (25-26 Februari 1993)" dengan Agresor: Armenia.

Surah Maryam: 1 - 15.
Mengganti nama kita di surah Maryam.
Muliakan Al-Quran.

3 hal yang merubah dunia: Ide, Impian dan Kreatifitas.

Di surah Maryam ada 3 fase.
3 cerita tentang pembuahan dalam satu kejadian: Maryam, Adam, dan Zakaria.

'aaqiron = tidak punya rahim.

An - Naml: 92 - 93.
Mengisahkan cerita sendiri dengan cerita baru.
(Tentang kucing)

Al -Qasas: 3.
Allah yang akan menceritakan cerita itu.

Maryam: 9.

An - Naml: 7 - 8.


Surah An - Naml di awali dengan Subhanallahi dan diakhiri dengan Alhamdulillahi.

Kalau kita mau cerita kita diceritakan oleh Allah maka buatlah cerita baru.

Ada 4 macam doa. Semuanya bagus. Doa hafalan, doa ilmu, doa ibadah, dan doa dari hati. Sebaik-baiknya menggabungkan semuanya.


PR

Ada berapa Subhanallah di dalam Al Qur'an dan Alhamdulillah di dalam Al Qur'an.
Silahkan google tapi catat surah dan ayatnya.

Silahkan baca surah An - Naml: 15-44 (akan dibahas bulan depan).



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Kajian Islam Bulanan (Bersama KH. Yusuf Mansur) #2

Semakin banyak kita memperhatikan, mengenali, ayat demi ayat yang dipelajari, dan di hafalkan maka itu akan menambah pengetahuan dan pengalaman berinteraksi dengan Al -Qur'an.
Proses menghafal Al-Qur'an dengan nomor ayat, berikut kosa kata, kisah-kisahnya, ilmu-ilmunya dan hikmah-hikmahnya, hukum-hukumnya, berikut juga nomor halaman genap dan ganjilnya, atas tengah dan bawahnya, hanya bisa di dapat dengan mengamati, memperhatikan, menulis, dan mencatat-catat, lagi dan lagi berulang, dan berulang.
InsyaAllah dengan izin Allah ini akan mendatangkan kenikmatan tersendiri dan akhirnya akan merasa memiliki Al-Qur'an.
Oleh Ustadz Yusuf Mansur
Masjid Istiqlal
Kaitan dengan surat An Naml : 6

i - u, i - u, i - i, u - i, i - u, u - i, i - i, u - i, i - u

Cari Allah. Nanti apa-apa yang kita cari, dicari Allah.
(Yusuf Mansur)
Liat mukanya. Tatap matanya berikan energi padanya.
Diantara aktifitas, kegiatan, upaya, mencari Allah:
1. Mencari apa sih isi dari Al-Qur'an. Kandungannya. Maknanya.
2. Mencari Allah, dengan mencari tahu apa yang diajarkan-Nya, mencari apa yang diinginkan-Nya, mencari apa yang dikehendaki-Nya.
Inilah diantara upaya mencari Allah.
Jangan samakan Quran dengan perkataan manusia, jangan samakan Quran dengan tulisan manusia.
Setiap hurufnya mengandung keberkahan, pahala, dan kebaikan.
Tapi kita menginginkan juga ilmu, pengalaman, kisah-kisah yang kita pahami dan nikmati, pelajaran, nasihat, dan hikmah.
Sehingga benarlah ayat 2 surah An Naml :
هُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَۙ ۝٢hudaw wa busyrâ lil-mu'minîn(sebagai) petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang mukmin,

PR
Apa petunjuk dan kabar gembira yang anda dapatkan sesuai dengan ayat 2 Surah An Naml. Bahwa setiap ayat adalah huddaw dan busyra dari: Ayat 7 - 14 Surah An Naml.

Hafalkan! Ayat 2 saja Surah An Naml dan 13 ayat lainnya.

Dan tuliskan apa petunjuk dan kabar gembira apa yang anda dapatkan dari ayat 7-14

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments