In MATEMATIKA

UKURAN PEMUSATAN DATA


Tercatat pada Rabu, 22 Juli 2009
Sekiranya jika ingin mencopas komentar di bawah atau email ke sititarramunawaroh@yahoo.com
Semoga bermanfaat
Semangat belajarnya!

Ukuran Pemusatan Data
1.      Rataan (Mean)
x̅ =  atau     x̅ = 
2.      Median (Me)
Adalah niali tengah suatu data yang telah diurutkan.
3.      Modus (Mo)
Adalah nilai yang paling sering muncul.

Contoh :
Tentukan rataan, median, modus, dari data di bawah ini !
1.      4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9, 11
2.      4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 17
3.      14, 10, 11, 18, 20, 18, 21
4.      17, 13, 8, 9, 13, 20, 18
5.      2, 2, 5, 4, 6, 9, 6, 6, 13, 12
6.      6, 6, 7, 8, 8, 9, 9, 13, 14, 12, 12, 10

Jawab:

1.      4, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9, 11

Rataan : x̅ =  =   =  = 7
Median : 7
Modus : 6 dan 7

2.      4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 17

Rataan : x̅ =    = 10

Median :   = 9,5
Modus : -

3.      10, 11, 14, 18, 18, 20, 21


Rataan : x̅ =   = 16
Median : 18
Modus : 18

4.      8, 9, 13, 13, 17, 18, 20

Rataan : x̅ =   = 80,85
Median : 13
Modus : 8 dan 13

5.      2, 2, 4, 5, 6, 6, 6, 12, 13


Rataan : x̅ =   = 6,5


Median :   = 6
Modus : 6

6.      6, 6, 7, 8, 8, 9, 9, 10, 12, 12, 13, 14

Rataan : x̅ =   = 9,5


Median :   = 9
Modus : 6, 8, 9, 12




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In CATATAN SEMASA PENDIDIKAN

Pilar Kebangsaan

Sumber Gambar : satujam.com

Untuk Mengawali Perwujudan Empat Pilar Kebangsaan

1. Mengamalkan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

2. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan hukum untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

3. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui satu sistem Pendidikan Nasional.

4. Menerima keniscayaan Bhineka Tunggal Ika dan mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Tercatat pada Selasa, 4 September 2012 (Masa Kuliah)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In SAJAK

Teman (R)asa

Saat kau sambut aku
Aku tak peduli
Peduliku hanya tertuju pada isi otakku
Resah membanjiri diri

Kau lantangkan dengan lisan kalimat yang sama
"Nanti main lagi ya...." (terbuka)
Kau menilaiku asik
Menyimpulkan dalam waktu detik

Kau berbeda dengan yang lain
Tidak menganggap ku seperti orang lain
Yang membuat ku panik
Kau tidak benar-benar tahu tentangku

Ketulusanmu takut membuatku lupa
Datang sesaat hanya untuk melupakan
Memanfaatkan keadaan
Menyakiti sesuka hati

Berbeda dengan ku
Baru menyadari keberadaan mu, saat lambaian tangan tak terlihat
Dingin malam membuatku teringat
Hidupku belum terlalu pekat

Terima kasih....

Perlakuanmu membuat reda gelisah
Membuka asa atas gelap gulita
Beri signal bagaimana maknai dengan hati
Kepada yang datang dan pergi


- Aku (Simu)

Percayalah ada banyak orang baik diluar sana, terus berbuat baik sampai kau dipertemukan oleh salah satunya.

Ku persembahkan ini untuk, Dias.
*Terjadi hari ini di 7 April 2019.




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In SAJAK

Hidayah


Aku terus menggoresnya dalam doa
Mengizinkan tinta juga melukisnya
Seperti usahanya untuk berubah

Tak ada yang percaya
Bilang sudah bersusah payah
Teriak akan beri hadiah jika ada yang bisa

Nyatanya aku melihat itu semua
Terjadi pada dirinya
Jika Tuhan berkehendak
Siapa yang berdaya

Semua mungkin terjadi
Dan terjadi
Hidayah tak ditunggu
Tapi dijemput

Pilihan mu mau bergabung
Tapi takdir tetap melambung
Menelaah
Mana surga, mana neraka

- Aku (Simu)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In SAJAK

Keinginanku Tercapai


Kadang kita membutuhkan
Kadang pula kita melupakan
Cinta dan kasih sayang
Perlu dan tidak bisa dilarang

Semua tak bisa dipaksakan
Hanya butuh kesabaran
Dalam sebuah kehidupan
Segalanya mudah tercapai


                                 - Aku (Simu)

*Puisi dibuat saat kelas 1 SMP (2006)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Aku (Simu)

Foto saya
: Tuang kata, ukir makna, pena menari, acak akal, kaya-karya. "Kekuranganku adalah berbicara, maka dari itu aku menulis" - Aku (Simu)

Comments